PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya optimalisasi kebijakan strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menembus angka 6 persen pada 2026. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen (year-on-year/yoy).
Dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026, Purbaya menekankan bahwa pemerintah akan memaksimalkan momentum pertumbuhan yang sudah terbentuk.
“Kita jalankan kebijakan seoptimal mungkin supaya kita bisa tumbuh terus menuju ke arah 6 persen tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, capaian pertumbuhan di atas 5,5 persen menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia mulai keluar dari pola stagnasi di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Bendahara Negara menilai, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 berjalan beriringan dengan pertumbuhan sejumlah sektor perekonomian secara umum.
Purbaya menjelaskan, dari sisi permintaan (demand), aktivitas ekonomi dominan didorong oleh percepatan belanja pemerintah, serta peningkatan konsumsi rumah tangga, dan investasi yang turut ditopang akselerasi berbagai proyek Danantara.
Dari sisi suplai (supply), peningkatan aktivitas sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan akomodasi makanan-minuman (mamin) untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri, serta mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Purbaya mengungkapkan, pertumbuhan 5,61 persen dimaksimalkan, sama bagusnya dengan manufaktur yang tumbuh 5,04 persen, atau lebih tinggi daripada triwulan-triwulan sebelumnya. Sektor Perdagangan yang berhubungan dengan ritel dan daya beli, juga naik.
“Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, ini signifikan sekali, sebelumnya 4,9 (persen), sekarang 5,5 (persen), dan kontribusinya ke ekonomi adalah 54,36 (persen). Ini menunjukkan daya beli masyarakat membaik,” kata dia menambahkan.
Lebih lanjut, Menkeu menyoroti pertumbuhan sektor perumahan sebesar 3,54 persen Ia memastikan akan mengakselerasi peningkatan ini, setelah keluarnya berbagai stimulus yang kini tengah dikaji bersama para pemangku kepentingan terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Nanti kita pikirkan stimulus sektor perumahan agar tumbuh lebih cepat. Saya ketemu Bu Kiki (Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi), yang bilang SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang di bawah Rp1 juta sudah dibersihkan,” pungkasnya.



