PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking telah menyelesaikan 124 dari total 170 aduan yang disampaikan perusahaan kepada pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Satgas P3M-PPE pada acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Selasa (11/8/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah membentuk Satgas Debottlenecking untuk membantu perusahaan mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang mengganggu aktivitas usaha ataupun persoalan yang mereka hadapi, terutama kendala yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Bagi pemerintah untuk mendorong perusahaan-perusahaan supaya berjalan dengan baik, pemerintah sudah punya Satgas Debottlenecking. Ada 170 aduan dan sudah diselesaikan 124 (aduan),” ujar Airlangga.
Ia pun mengajak pelaku usaha yang masih menghadapi persoalan bisnis untuk memanfaatkan mekanisme pengaduan tersebut. Setiap masalah yang masuk akan ditindaklanjuti dengan melibatkan kementerian dan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan terkait.
“Jadi kalau ada perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan, silakan masuk ke Satgas (Debottlenecking) karena ini beberapa solving the problem-nya langsung dilakukan oleh pemerintah,” ujar Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memberikan perhatian khusus kepada perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ia meminta para emiten untuk terus menjaga kinerja perusahaan, memperkuat tata kelola yang baik, serta meningkatkan kepercayaan investor melalui pengelolaan usaha yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, Airlangga mendorong para emiten memanfaatkan pasar modal secara optimal sebagai sumber pembiayaan untuk memperluas usaha, meningkatkan daya saing, serta memperkuat struktur permodalan perusahaan nasional.
“Kemudian beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten yaitu menjaga kinerja, menjaga governance (tata kelola) dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal. Pemerintah melihat pasar modal ini sebagai window dari perekonomian nasional,” tuturnya.
Menurut dia, peran pasar modal semakin penting seiring dengan perkembangan perekonomian nasional yang telah tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026. Maka dari itu, kepercayaan dan kredibilitas pasar perlu menjadi perhatian bersama seluruh pelaku industri.
Dari segi pasar modal, jumlah investor saham Indonesia tercatat masih yang terbesar di Asean dengan perusahaan tercatat kedua terbesar. Untuk itu, Airlangga pun berpesan pentingnya menjaga kredibilitas pasar modal agar pasar dapat terus berperan dalam mendukung perekonomian nasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenalkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang bertugas memfasilitasi hambatan usaha atau debottlenecking kepada investor global.
Satgas Debottlenecking telah beroperasi mengatasi hambatan bisnis bagi perusahaan domestik sejak Desember 2025. Namun, kata Purbaya, investor global mendapatkan informasi mengenai kehadiran kanal aduan tersebut.
Purbaya menyampaikan kepada investor bahwa Satgas P2SP mengatasi tantangan dunia usaha secara efektif lantaran gugus tugas ini melibatkan pemangku kepentingan di berbagai kementerian/lembaga (K/L).
Agar kehadiran Satgas P2SP dapat dikenal meluas di kalangan investor global, Kemenkeu turut menggandeng Kementerian Luar Negeri. Purbaya berharap sinergi dengan Kemenlu dapat mendorong lebih banyak investor dunia masuk ke Indonesia.



