32.2 C
Jakarta
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Purbaya Optimis Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Persen

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II tahun 2026 mampu melampaui angka 5,5 persen. Keyakinan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah mempercepat pemulihan sektor riil, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat investasi dan ekspor nasional.

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 diproyeksikan berada di atas 5,5 persen, bahkan pemerintah mendorong agar laju pertumbuhan mendekati level 6 persen.

“Kuartal III dan IV akan di atas 5,5 persen. Saya mendorong ke arah 6 persen,” tegas Purbaya saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Optimisme pemerintah didorong sejumlah kebijakan stimulus yang mulai disiapkan untuk semester kedua tahun ini.

Salah satu fokus utama yakni pemberian insentif bagi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) guna mendorong konsumsi domestik dan industri manufaktur nasional.

Stimulus ini dijadwalkan mulai berlaku pada Juni 2026 dengan rincian sebagai berikut:

  • Sepeda Motor Listrik: Subsidi sebesar Rp5 juta per unit untuk kuota 100.000 unit.
  • Mobil Listrik: Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40% hingga 100% untuk kuota 100.000 unit.
  • Ketentuan Baterai: Besaran insentif akan dibedakan berdasarkan penggunaan baterai nikel dan non-nikel.

Purbaya menegaskan bahwa insentif PPN DTP ini hanya dikhususkan untuk kendaraan listrik murni (EV) dan tidak mencakup kendaraan hibrida (hybrid).

Selain stimulus konsumsi, pemerintah juga berupaya memperkuat sektor ekspor, terutama industri tekstil, furnitur, hingga sepatu.

Purbaya juga akan memanggil pelaku usaha dan berencana mengajak mereka berdiskusi terkait akses pembiayaan yang dibutuhkan oleh industri.

Purbaya menyebut pemerintah akan mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui dukungan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini ternyata,” jelas Purbaya.

Menurutnya, penguatan pembiayaan menjadi langkah penting agar dunia usaha mampu meningkatkan produksi dan ekspansi pasar di tengah tantangan perlambatan ekonomi global.

Pemerintah juga mengandalkan sinergi sektor perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor produktif guna memperkuat pembiayaan sektor riil. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan kredit perbankan tetap mengalir ke dunia usaha.

“Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara. Satu komando, kan? Kalau diperlukan, kami usulkan kebijakan ke arah sana. Namun, bukan itu saja. Yang saya kerjakan adalah bukan saya paksa banknya pinjam, tetapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 sebesar 4,87 persen.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles