PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang April 2026. Persaingan antarpabrikan semakin sengit, terutama antara merek asal China, Jaecoo dan BYD, yang mendominasi daftar kendaraan listrik terlaris nasional.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) mencapai 14.815 unit selama April 2026. Artinya, pangsa pasar kendaraan listrik kini mencapai sekitar 18,34 persen dari keseluruhan penjualan mobil nasional.
Angka tersebut meningkat tajam sekitar 42,53% dibandingkan Maret 2026 yang hanya berada di level 10.394 unit. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa permintaan EV semakin solid di pasar domestik.
Pada posisi pertama, model SUV listrik Jaecoo J5 EV kembali menjadi pemimpin pasar dengan penjualan mencapai 3.179 unit. Raihan tersebut memperkuat posisi Jaecoo sebagai salah satu pemain baru yang paling agresif di segmen kendaraan listrik Indonesia.
Di posisi kedua, BYD M6 tampil impresif dengan penjualan 2.472 unit. MPV listrik tujuh penumpang itu berhasil menarik perhatian konsumen berkat kombinasi harga kompetitif, kapasitas kabin besar, dan efisiensi baterai.
Sementara itu, BYD Sealion 7 berada di posisi ketiga dengan distribusi lebih dari 1.600 unit sepanjang April 2026.
Selain Jaecoo dan BYD, sejumlah merek lain juga mulai menunjukkan performa positif. Geely EX2 menempati posisi keempat dengan penjualan sekitar 1.042 hingga 1.421 unit, disusul Denza D9 yang menembus angka lebih dari 1.000 unit.
Persaingan juga mulai diramaikan oleh AION, VinFast, hingga Wuling yang terus memperluas lini kendaraan listrik mereka di Indonesia.
Berikut adalah daftar mobil listrik terlaris untuk periode April 2026, diurutkan dari unit terbanyak hingga yang paling sedikit:
1. Jaecoo J5: 3.179 unit
2. BYD M6: 2.472 unit
3. BYD Sealion 07: 1.617 unit
4. Geely EX2: 1.042 unit
5. Denza D9: 1.032 unit
6. AION V: 449 unit
7. Wuling Darion EV: 421 unit
8. Chery iCar 03 (termasuk J6): 391 unit
9. VinFast VF3: 378 unit
10. Wuling Eksion: 376 unit
11. AION UT: 321 unit
12. BYD Atto 1: 108 unit
Analis otomotif menilai dominasi merek China menjadi indikasi perubahan besar dalam peta industri kendaraan nasional.
Konsumen kini semakin terbuka terhadap merek baru yang menawarkan teknologi modern dengan harga lebih kompetitif dibandingkan produsen konvensional.
Berikut beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini antara lain:
• Dukungan insentif pemerintah untuk kendaraan listrik
• Semakin banyak pilihan model dengan harga variatif
• Infrastruktur charging yang terus berkembang
• Kesadaran konsumen terhadap efisiensi dan lingkungan
Sebelumnya, pada kuartal I 2026, Jaecoo J5 juga tercatat sebagai mobil listrik terlaris nasional dengan total penjualan 7.827 unit, mengungguli BYD Atto 1 yang sempat mendominasi awal tahun. Pergeseran tersebut menunjukkan persaingan di segmen EV Indonesia semakin dinamis dan sulit diprediksi.
Pengamat industri memperkirakan kompetisi mobil listrik akan semakin ketat pada semester II 2026, seiring masuknya model-model baru dan ekspansi investasi produsen kendaraan listrik global di Indonesia.



