29.2 C
Jakarta
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Pesan Gereja Katedral Jakarta di Hari Raya Kenaikan Yesus 2026: Ajak Umat Jaga Kemanusiaan Hingga Kelestarian Alam

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Perayaan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis 14 Mei 2026, berlangsung khidmat dengan membawa pesan mendalam mengenai kemanusiaan, perdamaian, serta pentingnya menjaga kelestarian alam. Dalam momentum tersebut, umat diajak untuk kembali mendengarkan suara hati nurani agar tidak terjebak dalam sikap saling menghakimi dan kehilangan rasa kemanusiaan.

Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, mengatakan Hari Raya Kenaikan Yesus bukan sekadar peringatan liturgi, melainkan juga pengingat bagi umat untuk melanjutkan tugas kasih dan perdamaian yang diajarkan Yesus Kristus.

“Kita dipercaya oleh Allah untuk melanjutkan tugas-Nya di dunia ini,” ujar Romo Yohanes di Gereja Katedral Jakarta, Jakrta Pusat, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, manusia yang kehilangan hati nurani terhadap keadilan dan kemanusiaan berarti tidak lagi mendengarkan suara Roh Kudus dalam dirinya. Ia menyoroti fenomena meningkatnya sikap saling menyakiti, menghakimi secara tidak adil, hingga berbagai konflik dan peperangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia.

“Kehilangan rasa kemanusiaan misalnya dengan peperangan yang terjadi di belahan negara lain akhir-akhir ini. Artinya apa Tidak ada rasa itu, kemanusiaan dalam hatinya, tidak mendengarkan suara Roh Kudus dalam hatinya,” kata Romo Yohanes.

Dalam khotbah dan keterangannya kepada media, Romo Yohanes juga mengajak umat untuk menumbuhkan kembali rasa damai dan kasih terhadap sesama, terutama kepada kelompok kecil, miskin, dan mereka yang menderita. Ia menegaskan bahwa Yesus selalu membawa damai tanpa kekerasan.

“Apa itu (tugas perutusan)? Kita tahu bagaimana Yesus itu membawa damai. Nah, ini tugas damai. Ya, maka Yesus tidak pernah berperilaku keras, tetapi membawa damai kepada setiap makhluk,” tuturnya.

“Lalu yang kedua, kita tahu bagaimana Yesus sungguh mencintai orang-orang kecil, orang orang miskin, orang-orang yang menderita,” sambungnya.

Selain pesan kemanusiaan, Gereja Katedral Jakarta tahun ini turut menyoroti isu keutuhan alam ciptaan. Tema tersebut selaras dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang menaruh perhatian besar terhadap krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Romo Yohanes menyebut bahwa kasih Tuhan tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk hidup dan alam semesta. Karena itu, menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari implementasi iman dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana Allah datang ke dunia itu juga menebus seluruh makhluk, tidak hanya manusia saja. Maka seluruh makhluk itu layak untuk kita jaga dan kita cintai,” ujarnya.

Ia menyinggung kondisi kualitas udara Jakarta yang kerap berada pada kategori tidak sehat, serta persoalan sampah yang terus meningkat di ibu kota. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan tanpa kesadaran kolektif masyarakat.

“Kita lihat dengan polusi di Jakarta, kalau lihat aplikasi itu sudah merah. Udara yang kita hirup sudah mulai tidak sehat, maka kita harus buat sesuatu,” tegasnya.

Kondisi tersebut, menurut Yohanes, membutuhkan langkah nyata dan kesadaran kolektif dari masyarakat. Ia juga mendukung adanya kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah sebagai bagian dari perwujudan iman dalam menjaga bumi.

“Maka ada kebijakan baru untuk sampah di Jakarta. Hal-hal macam ini mesti kita ingat juga menjadi bagian dari perintah Yesus untuk kita semua,” tambah Yohanes.

Melalui momentum ini, umat diajak untuk menjadikan peristiwa iman ini sebagai panggilan untuk menjaga kemanusiaan dan merawat alam di tengah tantangan lingkungan yang nyata.

Sebagai informasi, gereja Katedral Jakarta pada Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 menggelar empat sesi misa, yakni pukul 08.30 WIB, 11.00 WIB, 16.30 WIB, dan 19.00 WIB.
Sebanyak 2.300 umat Katolik tampak menghadiri ibadah sesi pertama di Gereja Katedral Jakarta sejak pagi dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan petugas keamanan gereja.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles