PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus memperkuat langkah transformasi sektor peternakan nasional melalui Opening Ceremony Indo Livestock 2026 Expo & Forum, ajang pameran dan forum internasional yang mempertemukan pelaku industri peternakan dari berbagai negara yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten, pada Rabu, (17/6/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI sebagai tuan rumah.
Pameran yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu forum industri peternakan terbesar di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 600 peserta dari 30 negara ambil bagian dalam kegiatan pameran tersebut dengan tujuh paviliun negara, yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.
Sebagai wadah strategis diplomasi ekonomi dan pengembangan industri, pameran ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, investor, serta profesional dari berbagai negara untuk memperluas peluang kerja sama, transfer teknologi, dan mendorong investasi yang mendukung transformasi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur di Indonesia.
Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi penyelenggaraan Indo Livestock. Untuk pertama kalinya sejak penyelenggaraan perdana pada tahun 2002, Kementerian Pertanian RI melalui Ditjen PKH bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan, mempertegas posisi Indo Livestock sebagai platform strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam mendorong pertumbuhan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan investor menjadi kunci untuk meningkatkan produksi dan memperluas akses pasar produk peternakan nasional.
Menurutnya, Indo Livestock tidak hanya menjadi ajang pameran industri, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen diplomasi ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha peternakan nasional dan internasional.
“Indo Livestock merupakan salah satu pameran peternakan berskala internasional di Indonesia. Namun lebih dari itu, Indo Livestock adalah instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia,” ujar Agung.
Ia menambahkan, forum tersebut diharapkan menjadi pendorong percepatan modernisasi sektor peternakan dan kesehatan hewan yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, Managing Director Napindo, Arya Seta Wiriadipoera mengatakan ajang itu merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan platform yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor peternakan dan industri pendukungnya.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana untuk memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi,” katanya.
Selain pameran, Indo Livestock 2026 juga menghadirkan berbagai program unggulan. Salah satunya Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang untuk pertama kalinya digelar tahun ini. Setelah menggelar Kontes Ternak Domba Garut pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) yang terbuka untuk umum.
Penyelenggara juga menghadirkan Youth Farmers Day bertema “From Farm to Fame” yang ditujukan bagi generasi muda, startup, komunitas, dan pelaku industri untuk mengeksplorasi inovasi serta peluang usaha di sektor peternakan.
Di sektor perikanan, Indo Fisheries 2026 menghadirkan Fisheries Buyers Meeting yang mempertemukan calon pembeli dengan eksportir dan peserta pameran guna membuka peluang transaksi bisnis internasional.
Berbagai kegiatan pendukung turut digelar, mulai dari seminar, talkshow, focus group discussion (FGD), business matching, bazar UMKM, hingga 82 sesi Technical Product Presentation (TPP) yang menampilkan teknologi dan inovasi terbaru dari pelaku industri nasional maupun internasional.
Dengan dukungan dari 51 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas, Indo Livestock 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pameran dan forum internasional terdepan bagi industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Pameran masih berlangsung hingga 18 Juni 2026 dan terbuka bagi pelaku usaha, akademisi, profesional, maupun masyarakat umum yang ingin memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi dan inovasi terkini dari para pelaku industri nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Napindo juga mengumumkan penyelenggaraan Indo Livestock 2027 Expo & Forum yang akan digelar pada 21–23 Juli 2027 di Grand City Convex (GCC), Surabaya. Agenda tersebut sekaligus menandai 25 tahun perjalanan Indo Livestock sebagai pameran internasional pionir industri peternakan di Indonesia.



