25.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

RI Kirim 500 Ribu Tenaga Kerja Terampil ke Luar Negeri, Siapkan Anggaran Rp 8 Triliun

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program strategis untuk menyiapkan dan mengirimkan 500 ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri. Fokus utama program ini adalah pada dua sektor yang tengah mengalami lonjakan permintaan secara global yakni di bidang pengelasan (welding) dan perhotelan (hospitality).

Hospitality adalah sektor pekerjaan di bidang pelayanan seperti perhotelan dan restoran.

Sementara itu, welder atau tukang las adalah profesi yang bertugas merakit bagian logam menggunakan teknik pengelasan agar menjadi bentuk yang diinginkan.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet terakhir. Pemerintah melihat peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kekosongan di pasar tenaga kerja internasional, khususnya di negara-negara yang membutuhkan juru las berkualitas tinggi dan tenaga pelayanan profesional.

“Arahan Bapak Presiden adalah untuk mempersiapkan 500 ribu tenaga kerja kita di bidang welder dan hospitality,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferesi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp8 triliun. Koordinasi pelatihan dan penempatan tenaga kerja akan dilakukan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang dipimpin oleh Menteri Mukhtarudin.

“Tadi dalam pembahasan diminta Menteri P2MI untuk mengkoordinasikan dan anggaran yang disediakan sekitar Rp 8 triliun,” kata Airlangga.

Program ini juga akan melibatkan berbagai lembaga pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi agar tenaga kerja yang dikirim benar-benar memenuhi standar internasional.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja global yang saat ini meningkat signifikan pada dua sektor tersebut.

Kebutuhan itu juga telah dibahas dalam pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah negara mitra yang menyatakan ketertarikan terhadap tenaga kerja terampil asal Indonesia di sektor las dan perhotelan.

“Ini kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dan dari sisi demand side diharapkan tenaga kerja kita bisa dipekerjakan di luar negeri,” ujarnya pula.

Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan 20 ribu tenaga kesehatan, termasuk dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bakal memfasilitasi program beasiswa untuk kebutuhan tersebut.

“Dan tentunya nanti diarahkan agar mereka bekerja pada daerah-daerah yang memang diberi tugas oleh pemerintah,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan bahwa keahlian teknis seperti welder berkualitas tinggi, tenaga hospitality profesional, hingga skilled workers di bidang manufaktur dan infrastruktur sedang diminati oleh berbagai negara di dunia.

“Artinya, kami di Kementerian P2MI akan segera menyusun roadmap penempatan, termasuk pelatihan bahasa asing seperti Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, dan Korea, serta sertifikasi keterampilan khusus agar pekerja kita kompetitif secara global dan bekerja secara bermartabat serta terlinndungi,” kata Mukhtarudin dikutip dari situs BP2MI.

Saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), Presiden Prabowo menyatakan kepala negara dan pemerintahan Eropa secara langsung meminta pengiriman pekerja Indonesia.

“Kepala-kepala negara, pemerintahan dari Eropa nanya ke saya, ‘can you send?’ (pekerja asal Indonesia). Hotel-hotel mereka sekarang tidak ada yang kerja, restoran-restoran mereka kewalahan, rakyat mereka enggak mau bekerja sebagai pelayan. Bahkan di sektor industri, mereka butuh welder, mekanik, dan tenaga terampil lain yang sulit didapat secara lokal,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti peluang di sektor kesehatan, terutama sebagai perawat dan caregiver untuk lansia, serta di bidang hospitality dan industri berat yang membutuhkan skilled workers.

“Jumlah lansia di luar negeri tinggi, tapi tidak banyak yang mau jadi perawat. Pekerjaan ini berat secara fisik berdiri dari tempat tidur ke tempat tidur, urusan orang sakit, bahkan berhadapan dengan bakteri dan virus,” kata Prabowo.

“Sama halnya dengan welder di galangan kapal atau proyek infrastruktur pekerjaan keras, panas, dan berisiko tinggi, tapi rakyat kita terkenal tabah dan sopan. Mereka minta, jadi kita harus siapkan,” ujarnya lagi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles