24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Update: WNI yang Berhasil Kabur dari Bisnis Online Scam di Kamboja Ternyata Berjumlah 110 Orang, 67 Orang Dijadwalkan Pulang ke Indonesia pada 22–24 Oktober

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, memastikan bahwa sebanyak 67 warga negara Indonesia (WNI) akan dipulangkan ke Tanah Air dalam periode 22 hingga 24 Oktober 2025. Pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari insiden kericuhan yang terjadi di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, yang melibatkan ratusan WNI diduga terjebak dalam praktik penipuan online.

Adapun kericuhan tersebut terjadi pada 17 Oktober 2025, ketika sejumlah WNI berusaha melarikan diri dari perusahaan yang diduga menjalankan scam online. Awalnya, KBRI menerima laporan bahwa 97 WNI terlibat, namun jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 110 orang yang berhasil diamankan oleh otoritas Kamboja.

Para WNI tersebut saat ini berada di Detensi Imigrasi Preak Pnov, Phnom Penh, untuk proses pendataan dan persiapan pemulangan.

“Dari hasil penelusuran, sebanyak 110 WNI diamankan dari lokasi dan kini berada di Detensi Imigrasi Preak Pnov, Phnom Penh, untuk proses pendataan dan pemulangan. KBRI Phnom Penh terus memastikan pelindungan terhadap seluruh WNI, dengan 67 orang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 22-24 Oktober 2025,” tulis KBRI dalam pernyataan resmi di akun Instagram @indonesiainphnompenh.

Sejak insiden terjadi, KBRI Phnom Penh terus melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian Kamboja dan pihak imigrasi setempat. Selain itu, KBRI juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan instan, obat-obatan, kebutuhan sanitasi, dan perlengkapan khusus untuk perempuan kepada para WNI yang diamankan.

Sebelumnya pada Selasa (21/10), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) juga memastikan bahwa 110 WNI tersebut, baik yang mereka laporkan menjadi korban maupun terlibat penipuan daring (online scam) di Kamboja, dalam kondisi aman.

Data dari tim KP2MI menunjukkan bahwa dari 110 WNI tersebut, 97 di antaranya melarikan diri dari perusahaan yang diduga menjalankan kegiatan penipuan daring. Sementara, 13 WNI lainnya diselamatkan dari lokasi tempat mereka bekerja di Chrey Thum.

Dari 110 WNI tersebut, 99 WNI diamankan di kantor kepolisian setempat, dan 11 WNI dirawat di rumah sakit.

Hasil penilaian sementara oleh kementerian menyebutkan bahwa dari 11 WNI yang melapor mengalami kekerasan dalam insiden kericuhan itu, terdapat 4 WNI yang berperan sebagai pemimpin dalam penipuan daring dan diduga sebagai pelaku kekerasan terhadap rekan-rekannya. Kasus itu tengah ditangani oleh kepolisian Kamboja.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles