25.2 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

China Buka Suara Soal Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung: “Pertimbangkan Manfaat Publik”

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Tiongkok akhirnya angkat bicara terkait polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau yang dikenal dengan nama “Whoosh”.

Melalui pernyataan resmi, Beijing menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menjaga keberlanjutan KCJB.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, juga menanggapi laporan media yang menyebut Pemerintah Indonesia sedang menegosiasikan restrukturisasi utang dengan China karena proyek tersebut mengalami kesulitan keuangan.

Guo menyampaikan bahwa sejak awal proyek ini dirancang, kedua negara telah menjalin komunikasi dan koordinasi yang erat.

“Sudah dua tahun sejak kereta cepat Jakarta-Bandung secara resmi beroperasi. Selama dua tahun terakhir, kereta api telah mempertahankan operasi yang aman, tidak terhambat, dan tertib,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers reguler, di Beijing pada Senin, (20/10/2025).

Gou juga menegaskan agar proyek ini tidak hanya dinilai dari sisi keuntungan ekonomi semata, tetapi juga dari manfaat publik dan imbal hasil komprehensif yang dihasilkan. Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek Whoosh harus dilihat dari berbagai aspek, termasuk kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas di Indonesia.

“Perlu ditegaskan bahwa ketika menilai proyek kereta api cepat, selain angka-angka keuangan dan indikator ekonomi, manfaat publik dan imbal hasil komprehensifnya juga harus dipertimbangkan,” ujar Guo.

Mereka juga menyoroti bahwa proyek ini telah melayani lebih dari 11,7 juta penumpang sejak diresmikan, dan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Manfaat ekonomi dan sosialnya terus dilepaskan, menciptakan sejumlah besar lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur. Ini telah diakui dan disambut baik oleh berbagai sektor di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut China kembali menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Indonesia demi terus memfasilitasi operasi kereta cepat Jakarta-Bandung yang berkualitas tinggi, agar proyek tersebut akan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia serta meningkatkan konektivitas di kawasan.

China menegaskan bahwa proyek ini merupakan simbol kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok, serta menjadi tonggak penting dalam pengembangan transportasi modern di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, masalah beban utang proyek ini terus menjadi sorotan serius. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi tokoh sentral yang menolak keras penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menalangi utang proyek yang menelan total biaya sekitar US$ 7,26 miliar (sekitar Rp 119,79 triliun) ini.

Purbaya berulang kali menegaskan bahwa utang Kereta Cepat adalah urusan BUMN, bukan APBN. Ia meyakini bahwa perusahaan yang ditugaskan, terutama Danantara (PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) / KAI, memiliki kemampuan untuk mengatasi beban utang tersebut. Purbaya menyatakan bahwa dividen BUMN sudah cukup untuk membayar angsuran utang Kereta Cepat.

Di tengah polemik ini, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya memastikan bahwa Pemerintah Indonesia dan China telah sepakat untuk merestrukturisasi pembiayaan proyek KCJB, bahkan berpotensi memperpanjang jangka waktu pembayaran utang hingga 60 tahun.

Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memastikan pihaknya terus bernegosiasi dengan China terkait perkara utang KCJB atau Whoosh. Hal ini disampaikan Dony menyusul pemerintah Indonesia-China telah menyatakan setuju untuk merestrukturisasi utang Whoosh hingga 60 tahun.

Dony menyebut kesepakatan itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan melibatkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

“Nanti kan ada tim, nanti dengan Pak Luhut, kalau kami (Danantara) kan lebih kepada korporasi ya. Kita terus bernegosiasi (dengan China)” ungkap Dony di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (23/10/2025).

Dony bahkan meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir karena pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan pembiayaan secara bertahap dan terukur.

“Nggak usah khawatir. Pemerintah terus bernegosiasi dengan China soal utang Whoosh,” ujar Dony.

Dony menekankan bahwa proyek Whoosh memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam hal efisiensi transportasi. Saat ini, KCJB melayani sekitar 20–30 ribu penumpang per hari, dan angka tersebut terus meningkat.

“Whoosh ini memberikan manfaat banyak, terutama transportasi. Kita layani puluhan ribu penumpang setiap hari,” tambahnya.

Ia mengatakan permasalahan saat ini hanya tinggal perkara utang. Mengenai utang Whoosh itu, Dony meyakinkan pemerintah Indonesia akan menempuh opsi terbaik.

“Sehingga tidak khawatir dalam proses operasional. Karena EBITDA-nya juga positif KCIC. itu tinggal masalah utang pembangunan yang lalu. Yang ini tentu ada opsi. Kita pastikan tentu ini opsi yang terbaik,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles