24.4 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Tol Cibitung–Cilincing Mulai Ramai Saat Tol Japek Macet, CTP Dorong Integrasi Tarif Tol

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC), yang dibangun untuk memperlancar arus logistik dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Priok, masih belum menjadi pilihan utama bagi pengguna jalan. Menurut PT Cibitung Tanjung Priok Port (CTP) Tollways, trafik kendaraan di JTCC tergolong rendah dan baru meningkat signifikan saat terjadi kemacetan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek).

Direktur Utama CTP Tollways, Yaya Ruhiya, mengungkapkan bahwa rata-rata transaksi harian di JTCC saat ini berkisar antara 34.000 hingga 36.000 kendaraan. Namun, volume tertimbang yang mengukur jarak tempuh kendaraan baru mencapai sekitar 8.500 hingga 8.700 kendaraan per hari. Angka ini jauh dari target awal Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), yang menargetkan 34.000 kendaraan per hari.

“Jujur saja, kendaraan yang lewat JTCC sekarang kebanyakan adalah mereka yang lari ke sini saat Tol Jakarta–Cikampek macet,” ujar Yaya saat mendampingi kunjungan media ke Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025), dilansir dari Antara.

Disparitas tarif yang cukup tinggi dinilai menjadi salah satu penyebab utama JTCC kurang diminati, terutama oleh kendaraan logistik.

Untuk kendaraan golongan I, perbedaan tarif antara Tol Cibitung–Cilincing dan Tol Cikunir dapat mencapai Rp70.000, sedangkan bagi kendaraan golongan IV dan V, selisihnya bisa mencapai Rp140.000.

Untuk mengatasi rendahnya trafik, CTP Tollways mengusulkan integrasi tarif antar-ruas tol.

“Untuk itu, kami berharap ada integrasi agar disparitas tarif bisa dihilangkan. Jadi pengguna yang melintasi Tol Jakarta–Cikampek maupun JTCC membayar tarif yang relatif sama,” tambahnya.

Integrasi ini diharapkan dapat mendorong pengguna jalan beralih ke JTCC secara lebih konsisten, bukan hanya saat terjadi kemacetan di Japek.

CTP Tollways telah menyampaikan usulan integrasi tarif tersebut kepada pemerintah dan kini masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut.

“Sudah kami ajukan, tetapi belum final. Nantinya akan ada penyesuaian, kemungkinan sebagian tarif naik dan sebagian lainnya turun,” jelas Yaya.

Sebagai informasi, Tol Cibitung–Cilincing, yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2022, merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2).

Ruas sepanjang 34 kilometer ini terdiri dari lima interchange, yakni Cibitung, Telaga Asih, Gabus, Tarumajaya, dan Cilincing.

Tol ini terhubung dengan Tol Jakarta–Cikampek, Cimanggis–Cibitung, serta JORR 1, dan diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah metropolitan Jakarta.

Namun, Yaya mengakui bahwa biaya investasi pembangunan JTCC yang lebih tinggi dibandingkan proyek tol sebelumnya menyebabkan tarif yang relatif mahal.

Hal ini lah yang membuat sebagian pengguna lebih memilih rute alternatif dengan tarif lebih rendah, seperti JORR 1.

Adapun Tol Cibitung–Cilincing memiliki potensi besar sebagai jalur alternatif logistik karena menghubungkan kawasan industri di Bekasi dan sekitarnya langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, pemanfaatannya belum optimal.

Sebelumnya Para pelaku usaha logistik bahkan pernah meminta evaluasi tarif agar JTCC bisa menjadi solusi permanen untuk kemacetan di jalur utama.

Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Jakarta, Adil Karim mengatakan bahwa Tol Cibitung-Cilincing sebenarnya menjadi sebuah solusi mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta-Cikampek, namun ia juga menyoroti tarif yang terlalu mahal.

“Kita menyampaikan kepada pemerintah bahwa tol itu harga tarifnya itu harus dievaluasi kembali, baik juga pada pengelola, itu harus dievaluasi kembali tarif tolnya,” tegasnya.

Adil yang merupakan perwakilan ALFI juga berharap adanya penyesuaian tarif.

“Pertimbangan lain bahwa para sopir memikirkan biaya yang dikeluarkan untuk sebuah jalan tol yang cukup mahal dibandingkan masuk jalan tol biasa Cibitung melalui Cikampek dengan jalan biasa. Ini yang jadi pertimbangan sopir-sopir tidak mau masuk ke jalan tol tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya menyoroti tarif, Adil juga berharap adanya integrasi akses langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

“Disambungkan langsung ke pelabuhan, supaya tidak mengganggu jalan lain, tidak bercampur dengan jalan alternatif, sehingga dia masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Adil.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles