PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Polda Metro Jaya resmi mengambil alih penanganan kasus penemuan dua kerangka manusia yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di Gedung ACC Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil menyusul kompleksitas kasus yang mengundang perhatian publik dan memerlukan penyelidikan lebih mendalam.
“Betul ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Budi Hermanto, kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).
Budi menyatakan bahwa hasil tes DNA terhadap kedua kerangka tersebut belum keluar. Namun, ia memperkirakan hasilnya akan tersedia paling cepat besok.
“Untuk hasil belum keluar, kemungkinan besok paling cepat keluar,” ujar Budi.
Budi Hermanto mengatakan pihaknya akan mengumumkan hasil tes DNA tersebut ketika proses di kedokteran forensik telah selesai.
“Nanti akan kami sampaikan setelah hasilnya keluar,” kata Budi.
Kronologi Penemuan
Dua kerangka manusia ditemukan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di lantai dua kantor administrasi Gedung ACC Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Penemuan tersebut terjadi saat pihak gedung melakukan pengecekan struktur bangunan pasca kebakaran yang melanda gedung tersebut pada akhir Agustus lalu.
Penemuan mengerikan ini pertama kali dilaporkan pada Kamis (30/10) oleh tim teknis yang sedang melakukan inspeksi untuk renovasi gedung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan kronologi penemuan tersebut.
“Kami terima laporan pada Kamis (30/10) dari tim teknis gedung yang tengah mengecek konstruksi dalam rangka renovasi karena kondisi gedung sudah terbakar habis,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Adapun gedung ACC dibakar oleh massa dalam demonstrasi yang berujung ricuh di depan Markas Komando Brigade Mobil, Kwitang, Jakarta Pusat, 29 Agustus 2025.
Kerangka ditemukan dalam kondisi gosong dan tidak dapat dikenali, sehingga identifikasi hanya dapat dilakukan melalui tes DNA. Kepolisian pun telah mengirim dua jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk melakukan pemeriksaan forensik.
“Kondisi hangus terbakar yang sudah tidak dikenali bentuknya. Kedua kerangka sudah berada di RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut, termasuk pengambilan sampel DNA,” kata Susatyo.
Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya mengatakan, keluarga kedua korban hilang telah diinformasikan soal penemuan dua kerangka manusia tersebut.
“Pemeriksaan sampel DNA kini tengah berlangsung untuk kemudian dicocokkan dengan pihak keluarga Farhan dan Reno,” kata Dimas pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Hingga saat ini belum ada kepastian apakah dua kerangka manusia tersebut merupakan Farhan dan Reno. Namun Kontras meminta Polri transparan selama pemeriksaan serta mengumumkan hasilnya kepada publik.
“Tidak diketahui secara pasti apakah ada kaitan dengan Farhan dan Reno sampai hasil pemeriksaan forensik keluar,” ujar Dimas.




