25.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Prabowo Minta Kasus Bullying di Sekolah Diatasi: Sekolah Harus Jadi Tempat Aman

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Prabowo menegaskan bahwa fenomena bullying harus segera ditangani secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Ya itu harus kita atasi ya,” kata Prabowo usai meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

Prabowo meminta jajarannya, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta aparat daerah, untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang, bukan tempat munculnya ketakutan dan kekerasan psikologis.

Pernyataan ini disampaikan setelah munculnya kasus tragis yang menimpa seorang siswa SMP Negeri 19 di Tangerang Selatan berinisial MH (13), yang meninggal dunia diduga akibat perundungan berat sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Menurut ibunya, Y (38), perlakuan tersebut tidak hanya berupa ejekan, tetapi juga kekerasan fisik.

“Sering ditusukin sama sedotan tangannya. Kalau lagi belajar, ditendang lengannya. Asal nulis ditendang, sama punggungnya itu dipukul,” kata Y.

Puncak kekerasan terjadi pada Senin (20/10/2025), ketika kepala MH dihantam menggunakan kursi besi oleh rekan sekelasnya.

Keesokan harinya, Selasa 21 Oktober, MH mulai mengeluh sakit kepala hebat. Saat kondisi semakin memburuk, ia akhirnya menceritakan bahwa perundungan yang dialami bukan hanya pukulan, tetapi juga tendangan dan kekerasan fisik lainnya.

“Dia baru ngomong setelah kondisinya makin parah. Sebelumnya dia selalu diam, mungkin takut. Baru kali itu dia cerita semuanya,” jelasnya.

Sejak saat itu, kondisi korban terus menurun hingga harus menjalani perawatan intensif. Tubuhnya melemah, penglihatan kabur, sering pingsan, serta kehilangan selera makan.

Awalnya, MH dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang Selatan. Melihat situasi semakin serius, keluarga merujuk MH ke RS Fatmawati pada Minggu 9 November 2025.

Pada Selasa (11/11/2025), MH masuk ruang ICU dengan intubasi. Sejak itu, kondisinya terus kritis.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

“Meninggal pada pukul 06.00 pagi,” ujar Alvian, kuasa hukum keluarga, melalui keterangan yang disampaikan kepada media.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, membenarkan kabar duka tersebut. “Ya, saya tahu tadi pagi dari staf saya,” ujarnya singkat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles