PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Aksi unjuk rasa berlangsung di dua titik strategis di Jakarta Pusat hari ini, melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen. Kepolisian Daerah Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.963 personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Menurut keterangan resmi dari Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ruslan Basuki, dua lokasi utama yang menjadi pusat demonstrasi adalah:
- Lapangan Ikada, Monas, tempat berkumpulnya massa dari Aliansi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jakarta.
- Depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat, lokasi aksi dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).
Fokus Tuntutan Massa
Aksi buruh di Monas menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 menjadi Rp6 juta, serta penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) minimal 5% di atas UMP. Sementara itu, massa mahasiswa di depan MK menyuarakan aspirasi terkait isu konstitusional dan reformasi hukum.
Pengamanan Humanis dan Tanpa Senjata Api
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa seluruh personel yang diturunkan tidak dibekali senjata api.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan humanis dan profesional,” kata Kombes Pol Susatyo di Jakarta, Senin, (17/11/2025).
Langkah ini diambil untuk memastikan suasana tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan antara aparat dan peserta aksi.
Dia mengimbau para orator agar tetap bijak dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu ketegangan antarpeserta aksi.
Tidak hanya itu, dia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia mengingatkan massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau merusak lingkungan.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tidak melempari petugas, tidak membakar ban bekas, dan tidak merusak fasilitas umum. Petugas di lapangan ada untuk melayani, jadi mari kita sama-sama menjaga suasana tetap kondusif,” tutur Susatyo.
Unjuk rasa tersebut pun diharapkan dapat berlangsung dengan aman tanpa insiden. Dia mengajak massa agar tidak mudah terpancing oleh provokasi apa pun.
Polisi juga telah melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demo untuk mengurai kemacetan dan menjaga kelancaran arus kendaraan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Barat selama aksi berlangsung.
Penutupan jalan dan konsentrasi massa diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari. Warga yang hendak beraktivitas di sekitar lokasi disarankan mencari jalur alternatif.




