PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kebakaran hebat melanda sebuah gedung di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa siang, 9 Desember 2025. Gedung yang terbakar diketahui merupakan kantor perusahaan teknologi Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto. Peristiwa tragis ini menewaskan sedikitnya tujuh orang dan diduga masih ada korban yang terjebak di dalam bangunan.
Kronologi Kejadian
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.50 WIB. Api diduga berasal dari lantai satu gedung dan dengan cepat merambat ke lantai atas. Saat kejadian berlangsung, banyak pegawai sedang beristirahat, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban. Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari dan masih dalam tahap pendinginan.
Korban Jiwa dan Proses Evakuasi
Hingga sore hari, tercatat 22 jenazah ditemukan dalam kondisi terbakar dan telah dimasukkan ke kantong jenazah.
Para sopir ambulans tampak menunggu rekan mereka yang masih dalam perjalanan membawa korban lain, sebelum kembali ke tempat asal secara konvoi.
Seorang sopir ambulans yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa baru tujuh ambulans yang tiba di RS Polri.
Ia menunjukkan data sementara yang diterimanya dari petugas pemadam kebakaran.
“Dari total jenazah yang ditemukan, 15 perempuan dan 7 laki-laki,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi masih berlangsung di dalam gedung yang terbakar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro membenarkan adanya korban jiwa dan menyatakan bahwa proses evakuasi masih berlangsung.
“Sangat mungkin jumlah korban terus bertambah. Kami masih menunggu laporan lengkap dari tim di lapangan, petugas masih terus berusaha masuk ke lantai demi lantai, untuk menemukan kemungkinan ada korban lainnya,” kata Susatyo di lokasi kejadian.
Hingga kini, belasan karyawan masih di lantai atas gedung tersebut. Tim pemadam kebakaran (damkar) setempat juga masih mengevakuasi belasan karyawan yang masih terjebak kobaran api.
Sementara itu, warganet menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan menyoroti pentingnya audit keselamatan gedung-gedung perkantoran di ibu kota. Banyak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap standar keselamatan bangunan.
Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Tim Inafis dan Puslabfor Mabes Polri telah diterjunkan untuk mengumpulkan bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Gedung Terra Drone kini telah dipasangi garis polisi dan dinyatakan tidak layak digunakan hingga proses investigasi selesai. Keluarga korban diminta untuk segera menghubungi posko informasi yang didirikan di sekitar lokasi kejadian.




