24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sementara Mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026

MEDIA PETISI BRAWIJAYA, JAKARTA – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta untuk memberikan waktu pemulihan bagi kawasan konservasi tersebut.

Penutupan pendakian berdasarkan pengumuman BTNGR dengan Nomor : PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/12/2025, perihal Penutupan Destinasi Wisata Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, tanggal 22 Desember.

Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kehutanan RI Nomor 7 Tahun 2025 tentang Tindakan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Banjir dan Tanah longsor, serta memorandum dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: M.126/KSDAE/PJL/KSA.04/B/12/2025 tanggal 10 Desember 2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyelenggaraan Wisata Alam Lingkup Ditjen KSDAE.

Kepala Balai TNGR, Yarman, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan.

“Rinjani sudah dibuka selama sembilan bulan terakhir. Sekarang saatnya Rinjani beristirahat,” ujar Yarman dalam keterangan resminya di Mataram, Senin.

Adapun jalur destinasi wisata alam pendakian yang ditutup Gunung Rinjani di antaranya jalur menuju pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu dan jalur pendidikan Aik Berik.

Seluruh aktivitas pendakian akan dihentikan sementara, termasuk kegiatan berkemah dan wisata alam lainnya di kawasan taman nasional.

“Ada enam jalur pendakian yang ditutup sementara pada periode 1 Januari 2026 – 31 Maret 2026,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan pendakian di akhir tahun 2025 ini agar segera melakukan pemesanan, karena penutupan pemesanan (Booking) tiket eRinjani paling lambat tanggal 28 Desember 2025 pukul 23.59 WITA.

Check-in terakhir pada 31 Desember 2025 dan check-out terakhir pada tanggal 3 Januari 2026 mendatang, katanya.

Ia mengatakan penutupan ini dilakukan sebagai langkah perlindungan keselamatan pengunjung, sekaligus memberi waktu bagi alam Rinjani untuk beristirahat dan memulihkan diri di tengah potensi cuaca ekstrem pada musim hujan.

Mari kita dukung bersama upaya konservasi ini, karena Rinjani bukan hanya untuk dikunjungi hari ini, tetapi dijaga untuk generasi esok hari, katanya.

Pihaknya juga saat ini sedang menurunkan tim pendakian untuk melakukan perbaikan atau membersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani untuk meningkatkan kelestarian kawasan Gunung Rinjani.

Sekadar informasi, BTNGR mencatat angka kunjungan wisatawan periode Januari hingga Oktober 2025 sebanyak 116.030 orang. Terdiri dari 72.528 kunjungan pada destinasi wisata pendakian dan 43.502 kunjungan pada destinasi wisata non pendakian.

Dari total 72.528 kunjungan destinasi pada wisata pendakian, terdiri dari 39.898 wisatawan mancanegara dan 32.630 wisatawan nusantara.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles