24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Kecelakaan Maut di Exit Tol Krapyak Semarang: 16 Orang Tewas, Ini Identitas Korban

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Tragedi memilukan terjadi di ruas Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin dini hari, 22 Desember 2025. Sebuah bus pariwisata milik PO Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV mengalami kecelakaan tunggal yang menewaskan 16 orang dan melukai 18 penumpang lainnya.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB saat bus yang mengangkut 34 penumpang melaju dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Saat melintasi tikungan tajam di simpang susun Exit Tol Krapyak, bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali, dan menabrak pembatas jalan hingga terguling.

Dugaan awal penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi yang mengemudikan kendaraan dalam kecepatan tinggi di jalur yang berbahaya, serta kemungkinan kelelahan atau mengantuk. Selain itu, bus tersebut juga diketahui dalam kondisi tidak laik jalan berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa bus dikemudikan oleh sopir cadangan saat kecelakaan terjadi.

“Sopir bus merupakan sopir cadangan. Saat ini sopir selamat dan telah diamankan di Polrestabes Semarang untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk menjalani tes urine.” jelas Kapolda di Semarang, Senin, 22 Desember 2025.

Identitas Korban Meninggal

Berikut adalah daftar 16 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:

Korban di RSUP Dr. Kariadi Semarang (15 orang):

1. Sadimin (57), warga Bantengan, Kelurahan Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

2. Srihono (53), warga Gatak, Kelurahan Pidingan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

3. Listiana (44), warga Dosaran, Kelurahan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

4. Sugimo (62), warga Gotakan, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

5. Haryadin (43), warga Jalan Raya Condet, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

6. Mutiara Citra Dwi Purwita (19), warga Kebur Lor, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

7. Saguh (62), warga Kampung Jati Parung, Kelurahan Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

8. Wahyu Eko Utomo (26), warga Sikepan, Kelurahan Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.

9. Ngatiyem (48), warga Metuk, Kelurahan Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

10. Erna Peny Hartari (53), warga Kampung Bojong Tengah, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Ranca Bungur, Kota Bogor.

11. Yanto (47), warga Dosaran, Kelurahan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

12. Anis Munandar (36), warga Gotakan, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

13. Noviani (31), warga Kampung Bojong Hilir, Kelurahan Bojong, Kecamatan Kemang, Kota Bogor.

14. Anih (56), warga Kampung Lebakwangi, Kelurahan Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

15. Dwi Rahayu (47), warga Cluster Lestari Ciputat, Jalan Swadaya Ujung, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Korban di RSUD Tugurejo Semarang (1 orang):

16. Endah (48), warga Kebur Lor, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman (meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit).

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Selain memeriksa sopir, polisi juga akan menelusuri kelayakan armada dan tanggung jawab perusahaan otobus.

Pengendara diimbau untuk berhati-hati di jalan, istirahat bila lelah, dan menjaga jarak aman dari kendaraan lain.

Tragedi ini menjadi pengingat penting akan keselamatan transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru, serta pentingnya pengawasan ketat terhadap armada dan pengemudi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles