PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang, menyelenggarakan konferensi tiga hari tentang pengembangan reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR) nuklir pada 3–5 Maret 2026 di Jakarta.
Penyelenggaraan ini dilaksanakan di bawah program Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST), Workshop yang menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) nasional.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan infrastruktur, regulasi, sumber daya manusia (SDM), serta kesiapan tata kelola dan keselamatan nuklir yang sesuai standar internasional.
“Nuklir menawarkan solusi energi yang stabil, rendah emisi, dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara berkembang,” ujar Dadan dalam acara Pembukaan Workshop on Small Modular Reactor Deployment Considerations For Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dadan menjelaskan bahwa teknologi SMR cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia karena fleksibilitasnya. Berbeda dengan reaktor skala besar konvensional, SMR dapat ditempatkan di daerah terpencil dan diintegrasikan ke dalam jaringan listrik regional yang lebih kecil, sehingga ideal untuk mendukung kawasan industri dan ekonomi biru.
Ia mengungkapkan bahwa lima konsumen energi terbesar di kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, yang menyumbang hampir 89 persen permintaan energi regional, tengah aktif mengeksplorasi opsi nuklir serta memperkuat kolaborasi melalui Jaringan Sub-Sektor Kerja Sama Energi Nuklir (NEC-SSN).
Langkah tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), yang menempatkan energi nuklir sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, kontribusi energi nuklir dalam bauran energi primer nasional ditargetkan mencapai 11,7–12,1 persen pada 2060, dengan kapasitas terpasang 35–42 Gigawatt (GW).
Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama beroperasi secara komersial pada awal dekade 2030-an.
“Target RUPTL 2025-2034 adalah kapasitas awal sebesar 500 Megawatt. Ini akan disebarkan secara strategis mulai tahun 2032 di sistem kelistrikan Sumatera dan Kalimantan,” kata Dadan.
Selain mendukung target dekarbonisasi dengan proyeksi kapasitas total 45 GW pada 2060, energi nuklir dipilih karena efisiensi penggunaan lahan serta biaya operasional jangka panjang yang relatif rendah.
Dari pihak Amerika Serikat, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS, Peter M. Haymond, mengatakan bahwa AS bangga menjadi mitra strategis jangka panjang bagi Indonesia dalam pengembangan teknologi nuklir yang aman dan bertanggung jawab.
“Amerika Serikat dan Indonesia adalah mitra alami dalam energi nuklir. Energi nuklir akan memainkan peran kunci dalam menggerakkan ekonomi masa depan Indonesia dengan aman dan bertanggung jawab, mulai dari pusat data, pemurnian mineral, hingga pemrosesan industri canggih,” kata Peter dalam kesempatan yang sama.
Senada dengan itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang, Mitsuru Myochin, menyatakan bahwa Jepang turut berkomitmen membagikan pengalaman berharga dari insiden Fukushima, guna memastikan standar keselamatan tertinggi. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk mencapai keseimbangan antara keamanan energi, dekarbonisasi, dan pertumbuhan ekonomi.
“Jepang dan Amerika Serikat adalah salah satu negara paling tepercaya dalam pengembangan SMR. Fakta bahwa kedua negara kami menjadi tuan rumah bersama lokakarya ini dengan Indonesia merupakan langkah penting dalam memperluas kerja sama trilateral ke tingkat yang baru,” tandasnya.




