PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam dalam perdagangan Rabu (4/3/2026), terjun lebih dari 4 persen di sesi pertama perdagangan hari ini. Pelemahan ini memicu pergeseran strategi investasi dengan semakin banyak pelaku pasar yang beralih ke aset-aset aman seperti emas dan dolar Amerika Serikat (AS).
Pada akhir sesi I perdagangan Rabu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG melemah 343,19 poin atau sekitar 4,32 persen ke level 7.596,58. Pelemahan terjadi secara broad-based, dengan 713 saham turun, sementara hanya 63 saham menguat dan 37 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pun turun signifikan seiring sell-off yang terjadi di berbagai sektor.
“Saat bursa Asia melemah, investor global biasanya mengalihkan sebagian dana ke aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah AS, dan dolar AS, sambil menunggu kepastian arah sentimen global, juga meredanya tensi geopolitik,” ujar Pengamat pasar modal Reydi Octa, di Jakarta, Rabu, (4/3/2026).
Reydi menambahkan, pelemahan IHSG turut dipicu berbagai sentimen eksternal. Aksi ambil untung (profit taking) pasca pergerakan rally sebelumnya turut mempercepat tekanan jual di pasar saham domestik. Aksi profit taking ini membuat saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) lebih rentan mengalami tekanan jual, terutama ketika investor melihat peluang risiko yang meningkat.
Investor asing, yang memainkan peranan penting dalam dinamika pasar modal Indonesia, tercatat melakukan net sell pada sejumlah saham unggulan. Pergeseran ini mendorong kenaikan permintaan terhadap aset defensif seperti emas dan dolar, yang perlahan dianggap lebih stabil di tengah gejolak pasar.
”Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas, obligasi pemerintah AS, dan dolar AS, sembari menunggu kepastian arah sentimen global,” ujar Reydi.
Dari mancanegara, ia mengatakan pelaku pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik serta kekhawatiran arah suku bunga global yang belum sepenuhnya mereda, sehingga memicu sikap risk-off di banyak bursa kawasan Asia.
Untuk perdagangan sepanjang hari ini, ia memproyeksikan IHSG akan berpotensi bergerak volatil namun masih berpeluang bertahan di area support level 7.600-7.500.
“Jika tekanan jual asing tidak terlalu agresif, pelemahan cenderung bersifat teknikal dan bisa terbatas,” ujar Reydi.
Data bursa saham Asia hingga Rabu siang menunjukkan tren pelemahan serupa. Indeks Nikkei turun 2.178,10 poin atau 3,87 persen ke 54.101, Shanghai melemah 58,33 poin atau 1,41 persen ke 4.064,35, KOSPI anjlok 542,93 poin atau 9,37 persen ke 5.248,98, Hang Seng turun 692,58 poin atau 2,69 persen ke 25.075,49, Kuala Lumpur melemah 9,56 poin atau 0,56 persen ke 1.702,39, dan Strait Times anjlok 120,50 poin atau 2,44 persen ke 4.796,14.




