26.5 C
Jakarta
Sunday, March 15, 2026
spot_img

Prabowo Berencana ke Teheran Bareng Pemimpin Pakistan untuk Bantu Redam Eskalasi Timur Tengah

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan kunjungan diplomatik ke Teheran, Iran, bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai bagian dari upaya meredam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Rencana tersebut muncul setelah kedua pemimpin negara melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon terkait situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan tersebut.

Presiden Prabowo membagikan isi percakapannya dengan PM Sharif dalam pertemuan dengan para kiai, ulama, serta cendekiawan muslim di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyampaikan bahwa Presiden telah berdiskusi dengan Perdana Menteri Pakistan mengenai kemungkinan kunjungan bersama ke Teheran.

“Beliau (Presiden Prabowo, red.) tadi bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan. Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” ujar Jimly saat ditemui setelah acara pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana, Kamis malam.

Jimly kemudian menyampaikan di hadapan para ulama dan kiai, Presiden Prabowo menjelaskan niatan untuk mediasi itu lebih ke arah untuk meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk, terutama setelah militer Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang Iran secara sepihak minggu lalu.

“Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya, red.) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi,” kata Jimly menjelaskan.

Langkah diplomasi yang diambil Prabowo tersebut telah mengantongi dukungan kuat dari sejumlah negara, di antaranya Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA). Prabowo bersama para pemimpin negara di kawasan Arab berkomitmen untuk mencegah eskalasi konflik berdarah yang berlarut-larut.

Ia pun menilai, peran Indonesia dan Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sangat penting dalam upaya itu. Jimly berpandangan, mediasi perlu dicoba meski kemungkinan berhasilnya kecil.

Nah, jadi, peranan Indonesia, Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar penting sekali untuk mengajak damai, walaupun mungkin peluangnya kecil, tetapi (patut) dicoba,” sambungnya.

Jimly menilai inisiatif Presiden Prabowo itu pun mendapat banyak dukungan dari tokoh-tokoh Muslim yang menghadiri pertemuan di Istana pada Kamis malam.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah bergerak menghubungi pihak AS dan Iran untuk menyampaikan tawaran mediasi dari Presiden Prabowo.

“Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak. Saya berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat, juga dengan pihak Iran,” ungkap Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Meski komunikasi telah terjalin, Sugiono mengakui belum ada keputusan final dari Washington maupun Teheran. Kedua negara masih dalam tahap memantau perkembangan eskalasi di lapangan.

“Kita tunggu, karena mereka mengatakan masih ingin melihat situasi dalam beberapa hari atau minggu ke depan,” imbuhnya.

Menanggapi kabar mengenai sikap Iran yang dikabarkan pesimistis dengan ide mediasi tersebut, Sugiono merespons dengan diplomatis. Ia menegaskan bahwa Indonesia pada dasarnya hanya menawarkan jembatan perdamaian, dan pelaksanaannya sangat bergantung pada kesediaan kedua belah pihak yang bertikai.

“Seperti yang disampaikan, jika kedua belah pihak berkeinginan, Pak Presiden bersedia menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan (pesimistis) seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka. Yang pasti, Indonesia ingin menawarkan diri menjadi jembatan perdamaian dari perbedaan yang ada,” pungkas Sugiono.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles