26.5 C
Jakarta
Sunday, March 15, 2026
spot_img

Tragedi Longsor Gunung Sampah di Bantar Gebang: 7 Tewas, 6 Luka, Alarm Krisis Pengelolaan Sampah Nasional

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Tragedi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menelan korban jiwa dan kembali menyoroti seriusnya persoalan tata kelola sampah di Indonesia. Hingga Selasa (10/3/2026), tim SAR gabungan memastikan seluruh korban telah ditemukan, dengan total 7 orang meninggal dunia dan 6 orang lainnya selamat.

Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling tragis yang pernah terjadi di kawasan pengolahan sampah terbesar di Indonesia tersebut, sekaligus memicu kembali perdebatan mengenai sistem pengelolaan sampah nasional yang dinilai masih jauh dari ideal.

Longsor Gunung Sampah Setinggi Puluhan Meter

Insiden terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di zona 4 TPST Bantar Gebang. Gunungan sampah raksasa yang diperkirakan mencapai sekitar 50 meter tiba-tiba longsor dan menimbun area di sekitarnya.

Saat kejadian, sejumlah pekerja, sopir truk, dan warga berada di sekitar lokasi, termasuk di area warung yang berada dekat dengan tumpukan sampah. Material sampah yang longsor dengan cepat menimbun korban, sehingga menyulitkan proses penyelamatan.

“Pada hari Minggu, 8 Maret 2026 pukul 14.30 WIB saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi,” ujar Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut, terdiri dari pekerja dan warga yang berada di lokasi saat longsor terjadi.

Operasi SAR dan Proses Evakuasi

Sebagai informasi, 336 personel Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta relawan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban. Ratusan personel bekerja selama beberapa hari menggunakan alat berat, anjing pelacak (K-9), hingga teknologi drone untuk menyisir area longsor.

Upaya evakuasi berlangsung sulit karena kondisi timbunan sampah yang sangat tebal dan tidak stabil. Setiap pergerakan alat berat harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari longsor susulan.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari menjelaskan awalnya mendapatkan laporan ada 13 korban yang hilang.

Setelah proses pencarian intensif, tim SAR akhirnya memastikan seluruh korban telah ditemukan. Dia menjelaskan secara rinci bahwa dari 13 korban tersebut, sebanyak 6 korban selamat dan 7 korban meninggal dunia akibat tertimbun material sampah.

Desiana menjelaskan Tim SAR Gabungan sudah tidak menerima lagi laporan adanya orang hilang di lokasi kejadian. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan oleh tim SAR.

“Seluruh korban ditemukan, operasinya telah ditutup,” kata Desiana, Selasa (10/3/2026).

Berikut Data Lengkap Korban Longsor TPST Bantargebang:

Korban Selamat

  1. Budiman
  2. Johan
  3. Safifudin
  4. Slamet
  5. Ato
  6. Dofir

Korban Meninggal Dunia

  1. Enda Widayanti, ditemukan Minggu (8/3/2026)
  2. Sumine, ditemukan Minggu (8/3/2026)
  3. Dedi Sutrisno, ditemukan Minggu (8/3/2026)
  4. Irwan supriatin, ditemukan Minggu (8/3/2026)
  5. Jussova Situmorang, ditemukan Senin (9/3/2026)
  6. Hardianto, ditemukan ditemukan Senin (9/3/2026)
  7. Riki Supriadi, ditemukan ditemukan Senin (9/3/2026).

Sorotan Terhadap Krisis Pengelolaan Sampah

Tragedi ini kembali membuka diskusi mengenai kondisi TPST Bantar Gebang yang selama puluhan tahun menjadi pusat pembuangan sampah dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Bantar Gebang menerima ribuan ton sampah setiap hari dari ibu kota. Penumpukan yang terus terjadi selama bertahun-tahun membuat gunungan sampah di kawasan tersebut semakin tinggi dan berpotensi memicu bencana jika tidak dikelola dengan sistem yang lebih modern.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai longsor gunungan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi, menjadi peringatan serius tentang krisis tata kelola sampah di Indonesia. Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) telah melebihi kapasitas, sementara produksi sampah terus meningkat tanpa strategi pengurangan yang efektif.

Walhi menyebut ketergantungan pada sistem open dumping dan minimnya fasilitas pengolahan modern membuat banyak TPA rentan mengalami longsor.

Data WALHI menunjukkan sekitar 343 dari 550 TPA di Indonesia bahkan terpaksa ditutup karena menggunakan metode tersebut.

“Krisis di Bantargebang menunjukkan bagaimana masalah sampah hanya dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain. Kegagalan pengelolaan sampah di Jakarta dilimpahkan ke Bekasi,” ujar Wahyu Eka Styawan, Pengkampanye Urban Berkeadilan Walhi, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, peristiwa longsor Bantar Gebang mengingatkan pada tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Jawa Barat, pada 2005 yang menewaskan ratusan orang. Namun lebih dari dua dekade setelah peristiwa tersebut, pendekatan pengelolaan sampah di Indonesia dinilai belum berubah secara mendasar.

“Jika dihitung selama musim hujan ini saja, sudah terjadi sekitar tiga hingga lima kejadian longsor sampah dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Sebelumnya TPA Cipayung juga mengalami longsor,” kata Wahyu.

Walhi pun mendesak pemerintah segera melakukan transformasi pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penerapan tanggung jawab produsen (EPR), hingga penguatan sistem pemilahan dan daur ulang di tingkat kota dan komunitas. Tanpa perubahan mendasar, risiko bencana serupa diperkirakan akan terus terjadi.

Organisasi tersebut menilai perubahan tata kelola sampah harus sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Tragedi di Bantargebang harus menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk melakukan transformasi tata kelola sampah. Tanpa perubahan mendasar, kota-kota di Indonesia akan terus menghadapi risiko bencana serupa di masa depan,” tegas Wahyu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles