PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta pada Rabu pagi, 11 Maret 2026, terpantau berada dalam kategori tidak sehat. Data ini berdasarkan pemantauan situs kualitas udara global IQAir pada pagi hari.
Berdasarkan pembaruan data sekitar pukul 07.20 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Jakarta tercatat mencapai 193, yang masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan utama berupa partikel halus PM2,5 tercatat sekitar 105 mikrogram per meter kubik, atau sekitar 21 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Partikel PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer. Partikel ini dapat berasal dari debu, asap kendaraan bermotor, pembakaran, hingga aktivitas industri. Karena ukurannya sangat kecil, PM2,5 dapat masuk ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru dan berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.
Paparan polutan tersebut dalam jangka panjang diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit pernapasan, gangguan jantung, hingga kematian dini, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.
Selain Jakarta, sejumlah kota lain di Indonesia juga mencatat kualitas udara yang kurang baik pada pagi hari ini. Data pemantauan menunjukkan beberapa wilayah seperti Tangerang Selatan dan Bandung juga masuk kategori tidak sehat dengan indeks AQI di atas 150. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.
Berikut daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Jakarta, dengan poin AQI 193 atau dalam kategori tidak sehat
- Serpong, Banten, dengan poin AQI 186 atau dalam kategori tidak sehat
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 181 atau dalam kategori tidak sehat
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 164 atau dalam kategori tidak sehat
- Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 129 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
Sementara itu, Kabupaten Badung di Bali memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 44. Kualitas udara Badung tergolong baik. Disusul Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah dengan poin AQI 57 dan masuk kategori sedang.
Jakarta juga termasuk dalam daftar kota besar dengan polusi terburuk di dunia pagi ini. Berikut daftarnya:
- Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 207 atau dalam kategori sangat tidak sehat
- Delhi, India, dengan poin AQI 204 atau dalam kategori sangat tidak sehat
- Dakar, Senegal, dengan poin AQI 198 atau dalam kategori tidak sehat
- Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 193 atau dalam kategori tidak sehat
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 187 atau dalam kategori tidak sehat
Menurut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.
“Dengan penguatan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU), evaluasi berbasis data, dan kolaborasi lintas daerah, upaya pengendalian pencemaran udara akan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan Jakarta,” kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin.
Dalam kondisi kualitas udara yang buruk, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah, menutup jendela untuk menghindari masuknya udara kotor, serta menggunakan alat penyaring udara jika tersedia.




