PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026 lusa mendatang.
“Untuk TransJabodetabek akan kami resmikan pada tanggal 12 Maret jam 9 pagi,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pramono mengatakan rute tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik lintas wilayah Jabodetabek. Menurutnya, kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih murah dibandingkan moda lain menuju bandara.
Meski demikian, Pramono mengatakan tarif layanan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Untuk sementara waktu, tarif perjalanan direncanakan mengikuti tarif Transjakarta yang berlaku saat ini hingga periode Idulfitri, yakni Rp 3.500.
“Mengenai tiket itu berapa saya belum putuskan, tapi nanti ada, sampai dengan Idul Fitri sama dengan yang ada (Rp 3.500),” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pemprov DKI masih menghitung skema biaya operasional karena rute menuju bandara memiliki beberapa titik pemberhentian yang menimbulkan tambahan biaya.
“Karena ternyata untuk ke bandara itu ada tiga kali pemberhentian yang ada cost-nya juga begitu. Tapi pada saatnya nanti kami akan putuskan,” ujar Pramono.
Meski tarif final belum dipastikan, ia menegaskan layanan Transjabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta akan tetap lebih murah dibandingkan moda transportasi lain.
“Tapi yang jelas pasti jauh lebih murah dibandingkan dengan naik transportasi yang lain maupun taksi,” kata Pramono.
Pemprov DKI berharap layanan TransJabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang ingin bepergian dari dan menuju bandara dengan biaya lebih terjangkau.




