PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM)untuk memenuhi kebutuhan sekitar 3,6 juta kendaraan yang diperkirakan melintas di wilayah Banten menuju Sumatera selama arus mudik Lebaran 2026.
Menurut Muhammad Sori, Fuel Terminal Manager Terminal BBM Tanjung Gerem di Tangerang, kondisi distribusi BBM saat ini berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Mobilisasi pasokan dari terminal ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terlaksana dengan lancar, meskipun sempat dihadapkan pada tantangan cuaca dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi operasional saat ini aman. Distribusi ke seluruh SPBU berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti,” ujar Sori di seela-sela zoom metting persapan arus mudik Lebaran 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan rata‐rata konsumsi BBM pada Januari 2026, permintaan atas produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax diperkirakan meningkat hingga 9,6 persen selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) dibandingkan hari normal. Di sisi lain, konsumsi gasoil seperti solar diprediksi turun sekitar 27,3 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi di atas rata‐rata, Pertamina sudah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Salah satunya adalah penerapan pola distribusi RAE (Regular, Alternative, Emergency), yang memungkinkan pengalihan pasokan secara cepat dari satu terminal ke terminal lain untuk menghindari kekosongan stok di titik tertentu.
“Jika terjadi lonjakan konsumsi di atas rata-rata harian, kami menerapkan pola RAE atau Regular, Alternative, Emergency, dengan pengalihan suplai secara estafet dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPBU wilayah Tangerang hingga ke Cikampek dan Balongan,” paparnya.
Pertamina yang juga sadar masalah utama saat mudik bukanlah ketersediaan di SPBU, melainkan kemampuan pemudik untuk menjangkau SPBU di tengah kemacetan. Mereka bahkan mengerahkan ‘pasukan tempur’ di titik-titik rawan.
Muhammad Sori, mengungkapkan, sebanyak 11 Mobil Tangki Standby atau SPBU Kantong akan disiagakan. Mobil-mobil tangki ini akan disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan seperti jalur tol KM 43 dan KM 71, serta kawasan wisata Anyer dan Carita berfungsi sebagai SPBU darurat.
Sementara 13 Tim Motoris BBMyakni armada motoris Pertamina Delivery Service (PDS) disiagakan untuk membantu pemudik yang kehabisan BBM di tengah perjalanan. Tim ini akan menjadi ‘penyelamat’ yang mampu menembus kemacetan untuk menjangkau kendaraan yang mogok.
“Ini adalah langkah krusial untuk memastikan ‘jurus’ pertama dan kedua bisa berjalan. Apa artinya stok melimpah jika mobil tangki pengangkutnya terjebak macet,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menambahkan bahwa perusahaan juga berkoordinasi intensif dengan dinas terkait.
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan agar mobil tangki dapat memperoleh prioritas akses jika terjadi kemacetan total di jalur utama mudik. Dengan pengawalan dan prioritas jalur ini, mobil tangki diharapkan bisa tetap bergerak untuk mengisi ulang SPBU atau SPBU Kantong yang mulai menipis,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya antisipatif ini, Pertamina secara tegas meminta masyarakat untuk tidak panik.
Lonjakan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 9,6 persen juga sudah diproyeksikan dan diantisipasi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok BBM dipastikan aman dan distribusi akan terus kami jaga selama masa mudik dan balik Lebaran,” pungkas Satria.




