PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan mempertahankan posisi nonblok dan tidak terlibat dalam konflik atau perang global apa pun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah diskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026) malam hingga Rabu (18/3/2026) dini hari.
Menurut Prabowo, sikap non-blok masih relevan dan menjadi pijakan utama Indonesia dalam menghadapi berbagai konflik.
“Kita dalam hal ini sudah dalam jalur yang benar bahwa kita mengutamakan di ujungnya kepentingan nasional kita. Ya dan bahwa kita kalau menurut saya sangat relevan ke depan pun, bahwa kita harus tetap non-aligned, tetap non-blok. Kita tidak boleh terlibat dalam perang apa pun,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Minggu (21/3/2026).
Prabowo menilai, sikap Indonesia yang bebas aktif memiliki kelebihan yakni dapat hubungan baik dengan semua kekuatan. Indonesia tetap dapat mempertahankan hubungan baik dan tidak terlibat dengan rivalitas antarnegara lainnya.
“Jadi di sini menurut saya kelebihan Indonesia, keunggulan Indonesia bahwa kita punya itikad baik dan kita punya hubungan baik sama semua kekuatan. Even terhadap rivalitas hegemoni antara Amerika dan Tiongkok, kita tidak mau terlibat,” kata Prabowo.
“Kita tidak mau harus milih yang satu lawan yang satu, tidak. Kita will be equal. We will treat them as equals and we will treat them equally. And we want to have the same good relations with all of them,” sambungnya.
Ia juga menyebut prinsip non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa tetap menjadi pedoman utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
“Jadi relevansi non-aligned yang digariskan oleh pendiri bangsa kita menurut saya sangat relevan sampai sekarang. Itu yang navigasi kita, itu yang mengamankan kita,” ungkapnya.
Prabowo mengatakan, sikap menghormati semua kekuatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi negara lain.
Kepala Negara menegaskan, Indonesia juga tidak mencari kesalahan pihak mana pun terkait konflik di Timur Tengah.
“Makanya yang paling bener dengan segala hormat, ya kita hormati semua kekuatan dan kalau kita baik sama semua, kita mungkin bermanfaat,” kata Prabowo.
Apalagi sejumlah negara sahabat di Kawasan Teluk ada yang berpihak dalam situasi konflik Timur Tengah ini. Oleh karenanya, Indonesia perlu mengambil sikap netral dan tidak memihak.
“Katakanlah Arab Saudi, kemudian Uni Arab Emirat sahabat kita juga, sesama anggota OKI, sesama sahabat kita, mereka mendukung pihak yang berlawanan yang saling berperang,” jelasnya.
Dengan sikap nonblok Indonesia, Prabowo berharap dapat bermanfaat untuk menjadi penengah dalam konflik di Timur Tengah.
“Kalau kita masih bisa diterima oleh Iran, tapi kita masih dipercaya oleh negara-negara Teluk, mungkin itu baik, kita bisa menjadi penengah, seberapa efektif saya tidak tahu,” pungkasnya.




