26.9 C
Jakarta
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Hari ke-13 Operasi Ketupat, Polri Catat 1.288 Kasus Kejahatan dan 226 Kasus Kecelakaan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat sebanyak 1.288 kasus kejahatan terjadi selama hari ke-13 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Meski demikian, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dinilai tetap kondusif.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa total gangguan kamtibmas yang terdata mencapai 1.387 kejadian.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan tindak kejahatan, disertai 18 pelanggaran, 8 kejadian bencana, serta 73 gangguan lainnya.

“Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol,” ujar Jansen dalam keterangannya.

“Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol. Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Jansen lewat keterangan tertulis pada Rabu, 25 Maret 2026.

Kecelakaan Lalu Lintas dan Korban

Selain kasus kriminalitas, Polri juga mencatat 226 kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut. Dari peristiwa itu, sebanyak 12 orang meninggal dunia, 73 orang mengalami luka berat, dan 440 orang luka ringan.

“Kerugian materiil (dari kecelakaan) sebesar Rp 226.150.000,” ujarnya.

Dalam aspek penegakan hukum, aparat juga mencatat 10 pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE) serta 27 teguran kepada pengguna jalan sebagai langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Arus Balik Mulai Meningkat

Disisi lain memasuki fase arus balik Lebaran, volume kendaraan menuju Jakarta mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 256.338 kendaraan masuk ke ibu kota, naik hingga 99,02 persen dibandingkan volume normal dan naik 14,87 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 135.724 unit, meningkat 2,77 persen dibandingkan kondisi normal, namun mengalami penurunan sebesar 11,98 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

“Arus balik sudah mulai terlihat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” jelas Jansen.

Tingginya mobilitas masyarakat juga terlihat pada penggunaan transportasi umum. Pada moda penyeberangan tercatat 1.438 perjalanan kapal dengan total 496.130 penumpang. Sementara itu, kereta api melayani lebih dari 1,4 juta penumpang dan sektor penerbangan mencatat lebih dari 311 ribu penumpang.

Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama menuju destinasi wisata dan pusat keramaian.

“Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Sebagai bentuk pelayanan, Polri juga menyediakan layanan darurat melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam. Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran 2026.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles