31.7 C
Jakarta
Saturday, June 20, 2026
spot_img

CEO Danantara Pastikan Kredit UMKM Tetap Terjaga Meski BI Rate Naik

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Terkait hal tersebut, Presiden Prabowo memberikan taklimat secara khusus kepada petinggi lima bank pelat merah yaitu Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Riduan, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu, dan Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Muhadjir Effendy.

Acara itu juga dihadiri CEO Danantara, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta jajaran menteri di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan penyaluran kredit perbankan kepada masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap terjaga meski Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.

Menurut dia, bank-bank Himbara perlu terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, sekaligus menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap rendah agar penyaluran kredit dapat berjalan optimal.

“Walaupun ada kenaikan suku bunga, penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha, terutama UMKM, harus tetap terjaga pada level yang baik dan tidak mengalami penurunan,” ujar Rosan menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Kamis, (18/6/2026) malam.

Rosan melanjutkan dalam periode setahun terakhir yaitu pada 2025-2026 pinjaman yang disalurkan perbankan untuk masyarakat, termasuk UMKM, naik rata-rata 15 persen.

“Likuiditas juga, dana pihak ketiga terjaga juga naik double-digit, dan yang paling penting NPL-nya, non-performing loan bank kita, Mandiri itu hanya 0,9 persen. Jadi, average NPL atau non-performing loan bank Himbara itu antara 0,9 persen sampai 1,8 persen pada saat ini. Nah, justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya,” ujar Rosan.

Rosan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta jajaran petinggi Himbara, yaitu Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan BSI, untuk memastikan bunga kredit yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih rendah dari korporasi.

Presiden menegaskan selama ini masih ditemukan UMKM menerima bunga kredit yang lebih tinggi daripada korporasi.

“Justru usaha kecil dan menengah ini yang kadang kala mendapatkan suku bunga lebih tinggi dari korporasi, atau malah di level sama, padahal harus lebih rendah. Karena ini agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM,” ujarnya.

Rosan menyebutkan, Presiden Prabowo juga mengingatkan bank-bank milik negara tersebut untuk menjaga asas kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya.

Kemudian, Presiden Prabowo menekankan bank-bank tersebut merupakan “darah perekonomian” Indonesia, mengingat total kapitalisasi pasar lima bank pelat merah itu mencapai Rp1.100 triliun, yang setara dengan kurang lebih 10 persen dari total nilai perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Oleh karena itu, Presiden Prabowo pun menyampaikan bank-bank Himbara punya peran penting menyukseskan program-program strategis pemerintah. Prabowo menekankan sektor pangan, yang menjadi salah satu penentu kemandirian bangsa, harus juga mendapatkan perhatian khusus dari bank-bank Himbara.

“Karena kembali lagi, perbankan Himbara punya peran yang sangat-sangat strategis tidak hanya dalam pembiayaan, tetapi juga terhadap pertumbuhan perekonomian dan kebijakan nasional ke depannya,” kata Rosan mengungkapkan poin-poin taklimat Presiden Prabowo untuk jajaran petinggi Himbara.

Dalam kesempatan terpisah, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan pihaknya mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait kenaikan suku bunga acuan.

Menurut Pandu, sebagai pelaku usaha dan investor, Danantara akan mengikuti arah kebijakan yang ditetapkan otoritas fiskal maupun moneter karena keputusan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan ekonomi.

“Kami mendukung kebijakan yang telah ditetapkan oleh para pembuat kebijakan, baik dari sisi fiskal maupun moneter. Kami yakin keputusan tersebut sudah mempertimbangkan berbagai faktor yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026 yang memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.

Perry menjelaskan kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi serta sebagai langkah antisipatif guna menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles