PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bubur ayam Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung kuliner internasional. Dalam pembaruan daftar “Top 100 Porridges in the World” yang dirilis TasteAtlas pada 15 Agustus 2026, bubur ayam Indonesia menempati posisi pertama sebagai bubur dengan penilaian terbaik di dunia, dengan skor 4,3.
Dalam daftar tersebut, bubur ayam yang dikategorikan berasal dari Jawa, Indonesia, berada di atas sejumlah hidangan bubur dari berbagai negara. Posisi kedua ditempati Elarji dari Georgia dengan skor 4,2, disusul Arroz Caldo dari Filipina dengan skor 4,2. Banosh dari Ukraina dan Mămăligă cu brânză dari Rumania melengkapi jajaran lima besar dengan skor 4.1.
TasteAtlas menjelaskan bahwa peringkat tersebut disusun berdasarkan penilaian audiensnya. Hingga 15 Agustus 2026, kategori Top 100 Porridges in the World tercatat memperoleh 3.957 penilaian, dengan 2.498 penilaian di antaranya dinyatakan legitimate oleh sistem TasteAtlas setelah melalui mekanisme penyaringan.
Platform tersebut mengatakan sistem pemeringkatannya dirancang untuk mengenali pengguna nyata serta mengabaikan penilaian yang dianggap berasal dari bot maupun rating yang dipengaruhi sentimen nasionalisme atau patriotisme lokal.
Meski demikian, TasteAtlas menegaskan bahwa daftar tersebut tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan final mengenai makanan terbaik di dunia, melainkan sebagai sarana untuk memperkenalkan makanan lokal dan mendorong orang mencoba hidangan tradisional dari berbagai wilayah di dunia.
Cita Rasa Sederhana dengan Identitas Indonesia
Menurut TasteAtlas, bubur ayam merupakan versi Indonesia dari chicken congee, yakni bubur nasi bertekstur kental yang disajikan bersama suwiran ayam serta beragam pelengkap bercita rasa gurih. Hidangan ini kemungkinan memiliki keterkaitan dengan tradisi bubur nasi dari China, tetapi berkembang dengan menggunakan bahan dan karakter rasa yang tersedia secara lokal di Indonesia.
Salah satu ciri penting bubur ayam terletak pada penggunaan kaldu ayam. Ayam direbus terlebih dahulu, kemudian kaldu tersebut digunakan untuk memasak beras hingga menghasilkan tekstur bubur yang lembut dan kental. Setelah itu, bubur diberi berbagai pelengkap seperti daun bawang, bawang goreng, daun ketumbar atau seledri, kacang tanah, kerupuk atau cakwe, serta telur rebus. Kecap, minyak wijen, kecap ikan, dan sambal juga dapat digunakan untuk memperkaya rasa.
Di Indonesia, bubur ayam juga lekat dengan budaya sarapan. Hidangan ini mudah ditemukan mulai dari pedagang kaki lima hingga warung makan dan restoran.
Harganya yang relatif terjangkau yakni mulai dari Rp 10.000, serta penyajiannya praktis, hingga kombinasi tekstur lembut dan berbagai aneka topping membuatnya menjadi salah satu makanan yang populer di berbagai daerah.
Menariknya, TasteAtlas juga mencatat beberapa jenis bubur Indonesia lainnya dalam daftar tersebut. Bubur ketan hitam dan bubur kacang hijau turut masuk dalam jajaran Top 100 Porridges in the World, menunjukkan bahwa kekayaan tradisi bubur Indonesia tidak hanya bertumpu pada bubur ayam.
Bukan Kali Pertama Bubur Ayam Mendapat Pengakuan
Prestasi bubur ayam di TasteAtlas bukan fenomena yang sepenuhnya baru. Pada 2025, hidangan yang sama juga diberitakan menduduki peringkat teratas dalam daftar bubur terbaik TasteAtlas. Saat itu, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, dan papeda juga tercatat dalam jajaran bubur dengan penilaian tinggi.
Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa bubur ayam memiliki daya tarik yang cukup kuat di kalangan pengguna TasteAtlas. Namun, capaian ini tetap perlu dipahami sebagai hasil pemeringkatan berdasarkan sistem dan komunitas pengguna TasteAtlas, bukan sebagai penghargaan resmi dari lembaga kuliner internasional atau penetapan universal mengenai bubur terenak di dunia.



