PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan peningkatan ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM setelah keterlambatan pengiriman melalui jalur laut memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Dewata.
Bahlil menyatakan keterlambatan pengiriman BBM dari Pulau Jawa ke Bali menyebabkan penurunan stok BBM di Bali sekitar 3–4 hari. Dia mengungkapkan storage atau penyimpanan BBM di Sanggaran memiliki kapasitas 4–5 hari dan terminal BBM Manggis di atas 11 hari.
Oleh sebab itu, Bahlil mengklaim telah memerintahkan mempercepat proses distribusi kepada PT Pertamina (Persero) agar menaikkan stok BBM di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari. Bahlil menyampaikan kebijakan itu setelah memimpin rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero), pemerintah daerah, dan unsur terkait membahas langkah untuk menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat.
Salah satu langkah utama pemerintah adalah meningkatkan jumlah kapal pengangkut BBM dari tiga menjadi tujuh unit. Dengan demikian, terdapat empat kapal tambahan yang diarahkan untuk memperkuat distribusi BBM menuju Bali.
“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM. Dari sejak hari Kamis, saya sudah meminta kepada Pak Dirut Pertamina untuk menambah transportasi dari Jawa ke Bali,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Fuel Terminal Sanggaran, Pesanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).
Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian [antrean kendaraan di SPBU] perlahan-lahan,” sambungnya.
Bahlil meluruskan pemahaman masyarakat mengenai istilah cadangan 15 hari. Menurutnya, angka 15 hari merujuk pada kapasitas penampungan tangki yang pasokannya diisi secara bergulir (rolling storage) dan berkesinambungan.
“15 hari itu kan kapasitas tangki. Jadi dia itu datang terus. Seperti kita mandi di bak, di bak air rumah kita. Kapasitas kita mungkin 2 ton, habis itu kan diisi lagi. Bukan berarti 15 hari itu habis. Enggak. Dia bergulir terus, datang terus,” tambahnya.
Secara nasional, Bahlil mencatat cadangan BBM Indonesia berada pada posisi aman, yakni berkisar 16 hingga 18 hari untuk BBM bersubsidi khususnya Pertalite (RON 90) dan di atas 20 hari untuk jenis BBM lainnya.
Bahlil menegaskan kondisi pasokan di Bali mulai terkendali setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina. Meski demikian, percepatan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pengiriman yang berpotensi memengaruhi ketersediaan BBM di tingkat konsumen.
Di sisi lain, Koster mengatakan pelayanan BBM di sejumlah SPBU Bali mulai kembali normal setelah pemerintah daerah bersama Pertamina dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penanganan. Namun, pengaturan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap tetap diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026, untuk menjaga kelancaran pelayanan.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan tersebut. Ia menyatakan Pertamina telah melakukan evaluasi dan berkomitmen memperbaiki pelayanan serta distribusi energi agar kejadian serupa tidak terulang.



