24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Pemprov DKI Bongkar Kios Pasar Burung Barito, Digantikan Proyek Taman Bendera Pusaka

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akhirnya resmi memulai pembongkaran kios-kios pedagang di Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, pada Senin, (27/10/2025) pagi. Langkah ini merupakan bagian dari proyek Pembangunan ruang terbuka hijau baru yang akan menggabungkan tiga taman besar di kawasan tersebut, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser menjadi Taman Bendera Pusaka yang ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Penertiban dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan pengerahan alat berat seperti ekskavator. Hingga pukul 07.00 WIB, sebagian besar kios telah rata dengan tanah. Jalan di sekitar Bundaran Barito ditutup sementara, dan arus lalu lintas dialihkan oleh pihak kepolisian.

Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin, menyampaikan bahwa apel penertiban dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan pada pukul 07.30 WIB di Taman Ayodya. Penertiban melibatkan personel gabungan dari Satpol PP, Polres Metro Jakarta Selatan, dan TNI.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, menyatakan bahwa proses penertiban telah melalui prosedur yang sesuai. Para pedagang telah diberikan Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 3 secara bertahap.

“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan waktu yang cukup bagi para pedagang untuk pindah,” ujar Arifin.

Kios-kios dibongkar menggunakan alat berat, dan puing-puing langsung dibersihkan untuk mempercepat proses pembangunan taman.

Meski demikian, pembongkaran ini menuai protes dari sejumlah pedagang yang merasa belum siap direlokasi. Beberapa di antaranya terlihat mengamankan barang dagangan dan hewan peliharaan mereka ke sebrang jalan, sementara yang lain menyuarakan penolakan terhadap relokasi ke Lenteng Agung.

Pantauan di lokasi menunjukkan, besi dan puing-puing bangunan tampak berserakan, sementara beberapa mobil bak disiapkan untuk mengangkut material sisa pembongkaran.

Di tengah suasana sibuk itu, terdengar tangis seorang perempuan yang duduk di samping kandang kecil berisi seekor kucing abu-abu tak bernyawa menjadi simbol kesedihan banyak pedagang yang kehilangan tempat berjualan mereka.

“Hari ini kami digusur hanya untuk pembangunan sebuah taman,” ujar seorang orator dari kalangan pedagang di kawasan perempatan Taman Langsat dan Taman Ayodya, sambil menyuarakan protes di tengah jalan.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa proses penertiban telah dilakukan secara bertahap dan humanis.

“Pelaksanaan pembersihan dilakukan karena sudah diberikan SP1, SP2, SP3 dan kami sangat humanis, manusiawi sekali,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).

Pramono menyatakan bahwa proses berlangsung kondusif tanpa insiden berarti. Barang-barang milik pedagang yang belum sempat diambil telah diamankan oleh petugas dan dapat diambil kapan saja.

“Para pedagang yang belum sempat mengambil, maka semua barang-barangnya kami tempatkan di tempat yang kemudian bisa diambil kapan saja,” kata Pramono.

Sebagai solusi, Pemprov DKI telah menyiapkan lokasi relokasi di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Lokasi ini disebut strategis karena dekat dengan stasiun kereta api dan memiliki 125 kios yang dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha.

Saat ini, katanya, para pedagang sudah dapat menempati lokasi baru yakni di Sentra Fauna Lenteng Agung. Fasilitas di tempat baru itu juga dilengkapi dengan air bersih serta sarana pendukung lainnya.

“Kami akan membuat klinik satwa di tempat itu kalau memang nanti mayoritas adalah para pedagang satwa,” ungkap Pramono.

Pramono mengklaim, lokasi tersebut cukup baik dan strategis karena dekat dengan stasiun kereta api.

Lokasi tersebut juga memiliki 125 kios dengan berbagai fungsi mulai dari Zona A – Kuliner (22 kios), Zona B – Amphitheater (70 kursi), Zona C & D – Burung & Pakan Hewan (74 kios), dan Zona E – Parsel & Kuliner Tambahan (29 kios).

Untuk meringankan beban para pedagang selama masa transisi, Pramono memutuskan memberikan gratis sewa dan air selama enam bulan pertama di lokasi baru.

“Kenapa itu saya ambil? Karena saya tahu pasti 2–3 bulan pertama itu berat sekali, harus sosialisasi,” ujarnya.

Pramono juga menegaskan agar distribusi kios dilakukan secara adil dan tidak dikuasai oleh pihak tertentu seperti yang pernah terjadi di Pasar Burung Barito.

“Saya sudah berpesan kepada Kepala Dinas UMKM, enggak boleh ada yang mempunyai lebih dari satu kios. Jadi maksimum satu kios adalah satu orang. Pengalaman di Barito ada yang satu kios, satu orang bisa 15 kios, enggak boleh terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa penataan ini dilakukan demi kepentingan warga Jakarta secara keseluruhan.

“Kami memahami kekhawatiran para pedagang, tapi penataan ruang kota harus terus berjalan. Kami tetap membuka ruang dialog dan akan membantu proses adaptasi di lokasi baru,” sambungnya.

“Jadi sekali lagi, bagi para pedagang, terutama pedagang Pasar Barito yang akan menggunakan kios fauna yang ada di Lenteng Agung, maka selama 6 bulan kami gratiskan termasuk air,” pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek Taman Bendera Pusaka dirancang sebagai ruang terbuka hijau multifungsi yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan budaya.

Meski proyek ini disebut membawa visi hijau dan modernisasi kawasan, sejumlah pedagang dan warga sekitar mengaku kehilangan mata pencaharian dan ruang sosial mereka yang telah puluhan tahun tumbuh di Pasar Barito.

Sementara itu, proses relokasi pedagang masih terus dibahas antara pemerintah kota dan perwakilan pedagang. Hingga siang hari, pembongkaran masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles