24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Taksi Terbang Batal Mengudara di IKN, Otorita IKN: Bukan Program Prioritas Saat Ini

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Rencana ambisius menghadirkan taksi terbang sebagai bagian dari sistem transportasi futuristik di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditunda. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa proyek sky taxi bukanlah prioritas dalam tahap awal pembangunan IKN.

“Menurut saya yang terpenting ultimate goal-nya. Jadi kita harus membedakan antara yang penting dan yang urgent (mendesak). Itu penting, tapi belum urgent sekarang, menurut saya. Jadi yang penting sekarang dan urgent adalah transportasi dari office dan hunian, serta smart city-nya. Itu yang paling penting dan urgent sekarang ini,” terang Basuki.

Basuki menilai, penerapan taksi terbang masih memerlukan kesiapan infrastruktur dan teknologi yang matang. Menurutnya saat ini pemerintah lebih fokus pada penyediaan moda transportasi dasar yang melayani Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan sistem transportasi darat yang terintegrasi bagi seluruh pejabat dan staf Otorita IKN.

“Mobil aja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgent sekarang, menurut saya,” jelasnya.

Ditegaskan, pada 2026 mendatang seluruh pimpinan hingga staf OIKN harus beralih. Mengganti kendaraan operasionalnya. Dari kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan berbasis listrik. Namun ada pengecualian.

“Ini kita baru mau mulai. Ini sebenarnya belum mau kita publikasikan. Kami mulai dari OIKN. Tahun depan, kami di IKN sudah harus pakai EV, kecuali yang untuk pembangunan. Kalau untuk kendaraan jasa konstruksi belum bisa,” tuturnya.

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan uji coba dilakukan di masa mendatang, namun bukan di kawasan IKN untuk saat ini.

“Tapi jangan di sini dulu (IKN) menurut saya. Nanti dulu, yang urgent dulu. Itu mungkin tahun 2040, 2045 mungkin sudah boleh,” tegasnya.

Saat ini, IKN baru menampung sekitar 7.000 pekerja konstruksi, sementara populasi end-user macam ASN, penduduk, dan profesional belum memadai untuk menjamin kelayakan ekonomi dan operasional moda transportasi semahal taksi terbang.

Sebagai informasi, taksi terbang sempat diuji coba pada Senin 29 Juli 2023 di Bandara APT Pranoto, Samarinda. Taksi terbang yang disebut Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV) merupakan hasil pengembangan Korea Aerospace Research Institute (KARI) dan Hyundai Motors Company (HMC).

Dalam uji coba tersebut, taksi terbang berkapasitas lima orang itu berhasil mengudara hingga ketinggian 50 meter selama sekitar 10 menit. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN saat itu, Mohammed Ali Berawi, turut menyaksikan langsung keberhasilan tersebut.

Uji coba tersebut memicu antusiasme publik, karena dianggap sebagai simbol kemajuan teknologi dan visi smart forest city yang diusung IKN.

Namun, alih-alih menunggu taksi terbang, Otorita IKN mengalihkan seluruh sumber daya dan fokus pada solusi transportasi hijau darat yang lebih realistis untuk fase awal 2026.

Bus Listrik akan menjadi tulang punggung transportasi publik dalam waktu dekat, sejalan dengan komitmen IKN sebagai kota yang mengedepankan Net Zero Emission.

Selain itu, pembangunan jalur pedestrian dan sepeda yang masif juga menjadi prioritas untuk mendukung mobilitas mikro yang berkelanjutan, meminimalkan kebutuhan akan kendaraan pribadi yang padat.

Oleh karena itu, Otorita IKN memprioritaskan penyelesaian infrastruktur dasar terlebih dahulu seperti jalan, air, listrik, dan kantor Lembaga Negara serta penyediaan kendaraan listrik darat (EV Bus) sebagai solusi mobilitas yang paling mendesak dan efisien.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles