24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Bea Cukai Bekasi Dukung Ekspor 1,9 Ton Snack Mama Yon ke Jepang, Ada Basreng hingga Batagor

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bea Cukai Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspor produk UMKM lokal ke pasar internasional. Kali ini, dukungan diberikan kepada PT Elok Niaga Indonesia, pelaku UMKM binaan Bea Cukai Bekasi, yang sukses mengekspor 1,9 ton makanan ringan merek Mama Yon ke Jepang.

Ekspor ini merupakan pengiriman ketiga setelah ekspor perdana dilakukan pada September 2024. Produk yang dikirim meliputi:
– Basreng (bakso goreng)
– Keripik taro
– Batagor (bakso tahu goreng)

Seluruh produk dikemas dalam satu kontainer berukuran 20 feet dan diberangkatkan dari Bekasi menuju Jepang pada Selasa, 4 November 2025.

Keberhasilan Mama Yon menembus pasar Jepang tidak lepas dari inovasi dalam pengemasan dan adaptasi budaya. Produk Mama Yon dikemas secara modern dengan desain dan ragam kemasan yang culture sebagai bentuk adaptasi budaya Jepang, namun tetap mempertahankan cita rasa khas Indonesia.

Menurut Bea Cukai Bekasi, PT Elok Niaga Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas produk, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi ekspor. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi Winarko Dian Subagyo menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan ekspor oleh PT Elok Niaga Indonesia.

Winarko mengatakan koordinasi dan kolaborasi antarinstansi diperlukan guna mendorong globalisasi dan digitalisasi UMKM dan IKM di Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Mulai dari pembinaan atas kualitas produk, kemasan, pemasaran hingga peningkatan pengetahuan tentang peluang dan pangsa ekspor harus dilakukan secara berkesinambungan dan terkoordinasi,” kata Winarko dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).

Melalui ‘Klinik Ekspor’ dan ‘Pojok UMKM’, lanjut Winarko, Bea Cukai Bekasi akan terus memberikan bimbingan teknis, panduan langsung, sekaligus peningkatan literasi ekspor bagi para pelaku UMKM/IKM.

Dukungan ini bertujuan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kami bangga bisa mendampingi UMKM seperti Mama Yon yang kini produknya laris manis di Jepang. Ini bukti bahwa produk lokal punya potensi besar di pasar internasional,” ujarnya.

Pemilik PT Elok Niaga, Dadang Hermanto mengatakan pihaknya mencoba membangun brand sendiri dan menargetkan pasar Jepang yang terkenal selektif dan kompetitif. Meskipun pada awalnya Dadang juga telah berhasil mengekspor produk sejenis dengan merek orang lain, akhirnya saat ini kegigihan dan keuletannya untuk mencoba membangun brand sendiri telah menunjukan hasil.

“Produk Indonesia termasuk makanan ringan telah mempunyai pangsa pasar sendiri di Jepang. Selain menyasar para ekspatriat Indonesia dan negara Asia lainya, produk kami juga telah mendapat perhatian dan permintaan dari warga Jepang secara umum,” ungkapnya.

Dadang juga berharap agar dukungan dari pemerintah bisa ditingkatkan. “Kendala permodalan selalu menjadi masalah klasik dan pelik yang perlu mendapat perhatian. Kami berharap adanya kucuran dana Rp200 triliun kepada Bank Himbara dapat menjadi solusi juga dapat diakses oleh para pelaku dan pengusaha UMKM,” tutupnya.

Keberhasilan ekspor Mama Yon menjadi bukti bahwa UMKM dapat menjadi motor penggerak ekspor nonmigas Indonesia. Bea Cukai berharap semakin banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang berani menembus pasar global dengan produk unggulan mereka.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles