PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 resmi dibuka di kawasan Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (9/3/2026). Acara tersebut resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Pada hari ini di Balai Kota ada yang namanya Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 yang berlangsung dua hari, tanggal 9 sampai 10 Maret mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Tadi saya juga melihat beberapa tenant yang ada,” kata Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan bazar ini melibatkan beberapa BUMD, yakni Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya dengan menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan berbagai produk, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kebutuhan rumah tangga yang meramaikan suasana jelang Ramadan.
Bazar tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang ingin berbelanja kebutuhan Ramadan sekaligus menikmati suasana hiburan di area acara. Selain itu, transaksi di bazar dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS yang didukung oleh Bank Jakarta.
Sebanyak 49 tenant turut meramaikan bazar ini dengan berbagai produk menarik. Pengunjung dapat menemukan beragam barang, mulai dari baju muslim, batik, kerudung, aksesoris, sandal perempuan, perlengkapan anak, hingga alat salat. Produk fesyen yang ditawarkan bahkan dibanderol mulai dari sekitar Rp150 ribu.
Di sektor kuliner, bazar ini juga menghadirkan aneka pilihan makanan dan minuman. Beberapa di antaranya seperti kue kering Lebaran, kue basah, pempek, sate ayam, bakmi, hingga berbagai jajanan ringan yang menjadi incaran pengunjung untuk berburu takjil atau camilan saat Ramadan.
Kehadiran berbagai tenant tersebut membuat area bazar dipadati pengunjung sejak hari pertama. Sejumlah warga terlihat berkeliling stan untuk mencari makanan, pakaian, hingga hampers Ramadan.
Selain menghadirkan bazar UMKM, kegiatan ini juga dilengkapi dengan program tebus murah sembako. Sebanyak 3.000 paket sembako murah ludes diserbu warga.
Pramono menyebut paket sembako yang dijual di bazar tersebut dibanderol Rp 100 ribu, tapi nilai barang di dalamnya mencapai Rp 150 ribu.
“Paket yang di sini ada 3.000, sekali lagi harganya Rp 100 ribu tetapi nilainya sebenarnya Rp 150 ribu,” ujarnya.
Program ini dihadirkan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadhan.
Ke depan, bazar Ramadan serupa tidak hanya digelar di Balai Kota. Pemprov DKI berencana menggelarnya di kantor wali kota hingga wilayah kabupaten.
“Nanti akan ada di kantor-kantor wali kota maupun bupati Kepulauan Seribu,” tuturnya.




