26.8 C
Jakarta
Wednesday, March 18, 2026
spot_img

Kemenkeu: Penerimaan Pajak Tembus Rp245,1 Triliun hingga Februari 2026, Melonjak 30%

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan pajak nasional mencapai Rp245,1 triliun hingga akhir Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 30,4 persen secara tahunan (year-on-year), dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp188 triliun.

“Secara neto yang betul-betul masuk cash-nya ke APBN adalah 30,4% tumbuhnya di Januari-Februari,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, realisasi tersebut setara dengan 10,4 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026.

Suahasil menjelaskan, tumbuh pesatnya laju penerimaan pajak per akhir Februari 2026 itu disebabkan memang aktivitas perekonomian masyarakat tengah meningkat pesat.

“Jadi kegiatan ekonomi jalan terus,” kata Suahasil.

Suahasil mengatakan, aktivitas menjadi pemicu utama pertumbuhan pajak terlihat dari jenis pajaknya yang tumbuh pesat secara merata pada Februari 2026.

“Yang lebih notable lagi adalah PPN dan PPnBM yang tumbuhnya mencapai 97,4 persen, dengan nilai sebesar Rp 85,9 triliun. Tentu ini kombinasi dari berbagai macam,” kata Suahasil.

Suahasil menyampaikan, PPN pada dasarnya dipungut ketika terjadi transaksi ekonomi seperti pembelian barang atau jasa di sektor formal.

“Ketika kita berbelanja di berbagai tempat formal, biasanya di bagian bawah struk terdapat komponen pajak pertambahan nilai. Artinya pajak tersebut dibayar karena ada transaksi ekonomi,” tuturnya.

Dengan demikian, peningkatan penerimaan PPN menunjukkan aktivitas transaksi dalam perekonomian masih berjalan.

“Ini menunjukkan transaksi dalam perekonomian masih terjadi, aktivitas ekonomi terus berlangsung, dan karena itu penerimaan PPN meningkat,” ujar Suahasil

Sementara itu, komponen pajak lainnya tumbuh 24,2%, dengan nilai sebesar Rp 54,4 triliun.

Adapun untuk jenis PPh Badan, pertumbuhannya sebesar 4,4% pada Februari 2026 dengan nilai Rp 23,7 triliun. PPh Orang Pribadi dan PPh 21 tumbuh 3,4% dengan nilai Rp 29 triliun.

Sementara itu untuk PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 pertumbuhannya sebesar 4,4% dengan nilai sebesar Rp 52,2 triliun.

Untuk realisasi pajak bruto, mencapai Rp336,9 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,7%.

Pertumbuhan penerimaan pajak yang pesat dalam dua bulan terakhir turut menyokong percepatan belanja. Diketahui, realisasi belanja negara pada Januari-Februari 2026 mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9%.

“Belanja bisa lebih cepat dengan APBN yang tetap baik karena memang ada peningkatan dalam penerimaan, khususnya pajak,” ujar Suahasil.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles