31.4 C
Jakarta
Thursday, March 19, 2026
spot_img

Jasa Raharja Siapkan 2.000 Personel dan 25 Pos Layanan untuk Kawal Mudik Lebaran 2026

PETISI BRAWIJAYA MEDI, JAKARTA – PT Jasa Raharja menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung keamanan dan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan kesiapan tersebut dilakukan melalui mobilisasi personel di berbagai wilayah serta penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan transportasi.

“Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Bapak Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi kami di Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Awaluddin dalam kegiatan diskusi bersama pakar transportasi di Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (11/3/2026).

Awaluddin menjelaskan, dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri, Jasa Raharja mengerahkan sekitar 2.000 personel yang tersebar di 29 kantor wilayah, 63 kantor cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia. Personel tersebut bertugas memberikan dukungan operasional dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Selain itu, perusahaan juga menyiagakan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat, yang terdiri dari lima tim pusat dan 24 tim di berbagai daerah. Tim ini disiapkan untuk merespons secara cepat apabila terjadi kecelakaan lalu lintas maupun keadaan darurat lainnya di jalur mudik.

“Selain itu, Jasa Raharja juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat,” jelas Awaluddin.

Tidak hanya menyiapkan personel dan pos layanan, Jasa Raharja juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara daring dengan rumah sakit. Sistem ini bertujuan mempercepat proses penanganan korban kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, Jasa Raharja juga aktif melakukan edukasi keselamatan berkendara di sekitar 1.700 titik lokasi di berbagai daerah.

“Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar Awaluddin.

Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh persiapan tersebut.

“Harapan kami sederhana, masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” ujar Awaluddin.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengapresiasi inisiatif Jasa Raharja yang menggelar forum diskusi bersama pakar transportasi dan akademisi untuk membahas kesiapan pengamanan mudik.

Ia menyebut Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan yang bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai skenario pengamanan telah disiapkan secara kolaboratif, mulai dari jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, hingga tempat wisata dan tempat ibadah.

“Kami siap menjaga masyarakat yang berangkat mudik hingga sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Sederhana saja: berangkat selamat, pulang juga selamat. Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas,” ungkap Agus.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles