27.1 C
Jakarta
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

Danantara Bidik Investasi Energi Rp 518,74 T ke Singapura, Proyek Panel Surya Terbesar ASEAN

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan keterlibatan dalam proyek kerja sama energi terbarukan dengan Singapura yang diperkirakan bernilai hingga 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp518,74 triliun.

Proyek ini merupakan kerja sama pembangunan infrastruktur panel surya dan jaringan transmisi lintas negara.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa minat investor terhadap proyek ini cukup tinggi, terutama karena fokusnya pada penyediaan listrik ramah lingkungan. Menurutnya, proyek ini akan menjadi yang terbesar di Asean.

“Kami akan melaksanakan dan meninjau ekspor energi untuk Singapura, terutama melalui proyek panel surya, yang kemungkinan menjadi proyek terbesar di ASEAN,” ujarnya pada acara Fitch Ratings’ Annual Indonesia Conference, Kamis (23/4/2026).

Menurut Pandu, proyek ini merupakan kelanjutan dari komitmen pengembangan proyek panel surya yang sebelumnya dibahas dalam ajang Indonesia Sustainability Forum (ISF).

Selain pembangunan pembangkit, Danantara juga berencana terlibat dalam pengembangan jalur transmisi listrik yang menghubungkan Indonesia dan Singapura. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk mendukung distribusi energi hijau lintas batas negara.

“Kami akan terlibat dan juga membangun jalur transmisi untuk baik Singapura dan negara kami. Proyek itu setidaknya hampir senilai US$30 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, Danantara menegaskan bahwa detail teknis serta skema kerja sama masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Hal ini mengingat sejumlah perusahaan swasta telah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan otoritas Singapura terkait proyek serupa.

“Karena keinginannya (kerja sama RI-Singapura) itu juga bisa membawa banyak value ke Indonesia, dan kita kan juga nanti harus bikin solar panel itu. Nanti juga kita pasti produksi buat Indonesia juga. Jadi banyak nilai tambah lah,” jelasnya.

Beberapa negara lain, terang Pandu, telah menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam sejumlah proyek energi terbarukan di Indonesia. Contohnya adalah China.

Pandu, bahkan CEO Danantara Rosan Roeslani, juga sudah berkunjung langsung ke China. Dia turut mengeklaim negara di Timur Tengah, yang tidak dia perinci lebih lanjut, sudah menyampaikan minatnya untuk terlibat di proyek energi nonfosil itu.

Menurut pengusaha yang bergerak di industri batu bara itu, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pemerintah dan Danantara agar fokus mendorong transisi ke kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan kondisi perang yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

“Kami harus punya dan membangun mobil dan motor listrik. Ini merupakan dorongan yang besar, dan tiba-tiba kini ada minat yang besar,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles