32.2 C
Jakarta
Sunday, May 17, 2026
spot_img

BPS Catat Pengangguran Jakarta Turun ke 334 Ribu, Pekerja Informal Bertambah

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan perbaikan kondisi ketenagakerjaan ibu kota pada Februari 2026. Jumlah pengangguran tercatat menurun menjadi 334 ribu orang, sementara di sisi lain proporsi pekerja informal justru mengalami peningkatan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan, jumlah pengangguran pada Februari 2026 tercatat sebanyak 334 ribu orang, turun dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 338 ribu orang.

“Turun sekitar 4,54 ribu orang dibandingkan Februari tahun 2025,” ujar Kadarmanto di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Di sisi lain, BPS juga mencatat total angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2026 mencapai 5,53 juta orang, atau meningkat 57,64 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,2 juta orang tercatat sudah bekerja, atau bertambah 62,18 ribu orang dalam setahun terakhir.

Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026, penyerapan tenaga kerja tercatat mencapai 62,18 ribu orang.

“Peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi pada pekerja penuh dan setengah pengangguran, sementara jumlah pekerja paruh waktu mengalami penurunan,” ujar Kadarmanto.

Sejalan dengan itu, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami kenaikan menjadi 5,2 juta orang, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,18 ribu orang sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026.

Penurunan jumlah pengangguran juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun tipis dari 6,18 persen pada Februari 2025 menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.

Selain itu BPS juga menyoroti perbedaan angka pengangguran berdasarkan gender.

TPT laki-laki pada Februari 2026 berada di angka 6,54 persen (turun dari 6,77 persen), sementara TPT perempuan tercatat sebesar 5,28 persen (turun tipis dari 5,29 persen).

“Meskipun secara level, ini masih lebih rendah dibandingkan TPT laki-laki,” kata Kadarmanto.

Pekerja Informal Justru Meningkat

Meski angka pengangguran menurun, BPS mencatat adanya peningkatan pekerja di sektor informal. Pada Februari 2026, jumlah pekerja informal mencapai sekitar 1,98 juta orang atau 38,13 persen dari total penduduk bekerja. Angka tersebut meningkat sekitar 0,18 persen dibandingkan Februari 2025.

Dari 5,2 juta orang penduduk bekerja di Jakarta pada Februari 2026, sebanyak 23,48 persen berstatus berusaha sendiri, atau naik 20,75 ribu orang dibandingkan bulan yang sama pada 2025.

Kenaikan ini terutama didorong oleh bertambahnya pekerja dengan status berusaha sendiri, yang menjadi kontributor terbesar dalam perubahan struktur pekerjaan. Berusaha sendiri dikategorikan menjadi kegiatan informal, sama seperti pekerja bebas dan pekerja keluarga/tak dibayar.

Sementara penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup orang-orang dengan status berusaha dibantu buruh tetap/dibayar dan buruh/karyawan/pegawai.

Kadarmanto mengatakan proporsi pekerja formal di Jakarta yang tercatat pada Februari 2026, yaitu sebanyak 3,22 juta orang atau 61,87 persen, menurun sebesar 0,18 persen dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai 62,05 persen.

Sementara itu, penduduk yang bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, dan pegawai memberikan kontribusi terhadap penduduk DKI Jakarta yang bekerja yang sebesar 57,91 persen.

Kemudian, status buruh, karyawan, atau pegawai dengan status berusaha sendiri tercatat mengalami peningkatan jumlah kerja paling banyak selama Februari 2025-Februari 2026.

“Status buruh, karyawan, dan pegawai meningkat sekitar 16 ribu orang, sedangkan yang berusaha sendiri meningkat sekitar 20 ribu orang,” ujar Kadarmanto.

Berdasarkan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 22,4 persen, yang menunjukkan jumlah pekerjanya sebanyak 1,16 juta orang.

“Ini sejalan dengan yang ada kontribusi pada ekonomi Jakarta,” ungkap Kadarmanto.

Lapangan usaha berikutnya yang menyerap tenaga kerja terbanyak di DKI Jakarta, yaitu akomodasi dan makan minum, yang memberikan kontribusi terhadap penduduk pekerja di Jakarta sebesar 13,28 persen.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles