32.2 C
Jakarta
Sunday, May 17, 2026
spot_img

KSAL Sebut Jepang Tawarkan RI Kapal Selam dan Fregat Mogami

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Jepang kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia melalui penawaran kapal perang fregat kelas Mogami (FFM Kumano) dan kapal selam kelas soryu (JS Jingei) kepada TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Penawaran itu terjadi kala Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi di Kemenhan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi setelah pemerintah Jepang merevisi aturan hingga bisa mengekspor alutsista kepada 17 negara mitra, termasuk Indonesia.

Penawaran tersebut kini tengah dibahas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama pihak Jepang sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan adanya proposal dari pemerintah Jepang terkait pengadaan fregat dan kapal selam tersebut.

Menurut Ali, pembahasan masih berlangsung di level kementerian dan belum ada keputusan final mengenai jenis maupun jumlah alutsista yang akan dibeli Indonesia.

“Fregat Mogami dan kapal selam dari Jepang ini memang ada penawaran dari pihak Kemhan Jepang, tetapi ini masih terus dibicarakan dengan pihak Kementerian Pertahanan kita,” ujar Muhammad Ali dalam konferensi pers di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5/2026).

Sementara, TNI Angkatan Laut hanya mengikuti arahan dari Kementerian Pertahanan. Sebab, TNI AL bertugas sebagai pelaksana operasi, sedangkan proses pengadaan berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Koizui Shinjiro telah meneken Defence Cooperation Agreement (DCA) untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara secara komprehensif dan saling menguntungkan, Senin (5/5/2026).

Pengembangannya akan dilakukan bertahap melalui dialog dan kajian teknis, sesuai kebutuhan dan kepentingan masing-masing negara, dengan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

Koizumi menyampaikan, pihaknya berhasil menyepakati, menandatangani, dan mengumumkan secara resmi kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan Jepang-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Menurut dia, kesepakatan itu tidak lepas dari pertemuannya dengan Sjafrie di Bandara Narita, Jepang pada April lalu.

“Tetapi juga ada kerja keras yang patut diperhatikan dari para staf. Sayang sekali saya tidak bisa menjelaskan detailnya,” kata Koizumi melalui akun X @shinjirokoiz.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyampaikan, kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis bagi RI. Hal itu karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Dia menilai, Jepang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang teknologi pertahanan, terutama di bidang pengembangan alutsista.

“Kami berdua sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara Indonesia dan Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing,” kata Sjafrie.

Kedua Menhan juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan.

Meski demikian, seluruh potensi kerja sama, tetap mengacu pada amanah konstitusi, kepentingan nasional, serta kontribusi terhadap stabilitas kawasan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles