28.8 C
Jakarta
Saturday, June 27, 2026
spot_img

Istana Pastikan Tak Ada Perusahaan Otomotif Cabut dari RI, Rencana 2 Perusahaan Otomotif Pindah ke Vietnam Ditunda Sementara

PETISI BRAWIJAY MEDIA, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tidak ada perusahaan otomotif yang hengkang dari Indonesia ke Vietnam. Pemerintah memastikan rencana relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang yang sebelumnya dikabarkan akan memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam saat ini ditunda sementara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo Hadi setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian dan menurunkan tim untuk memverifikasi informasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri otomotif nasional.

“Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda, artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurut Prasetyo, penundaan relokasi tersebut merupakan hasil dari langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK. Satgas tersebut bertugas mendeteksi secara dini berbagai persoalan yang berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun relokasi investasi ke luar negeri.

“Inilah yang salah satu tugas dari tim Satgas mitigasi bencana ya, ya berusaha, berusaha untuk sedini mungkin melakukan deteksi, sedini mungkin melakukan mitigasi, dan mencari jalan keluar permasalahan-permasalahan yang timbul,” jelas dia.

Pemerintah, kata dia, berupaya mencari solusi bersama pelaku usaha agar investasi tetap bertahan di Indonesia serta menjaga keberlangsungan industri manufaktur nasional.

Ketua Satgas Mitigasi PHK itu menyebut bahwa kasus rencana relokasi dua perusahaan komponen otomotif tersebut, muncul karena keputusan prinsipal atau investor.

“Karena dua perusahaan otomotif itu berpindah oleh karena principal atau investornya yang memutuskan ingin mengurangi atau ingin memindahkan investasinya. Jadi memang sekali lagi, permasalahan dari setiap perusahaan-perusahaan ini memang berbeda-beda gitu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga telah menepis keras isu liar terkait rencana hengkangnya fasilitas produksi dua raksasa industri komponen otomotif di Jawa Timur, yakni PT JAI dan PT SAI.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menegaskan bahwa kedua pabrik tersebut hingga kini masih beroperasi dengan sangat normal. Alih-alih gulung tikar, kedua korporasi ini justru terus memberikan kontribusi positif yang besar bagi keran ekspor nasional.

Febri menambahkan, bantahan resmi ini dikeluarkan setelah Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika terjun langsung melakukan penelusuran fakta di lapangan.

“Berdasarkan hasil penelusuran, kami dari Kemenperin sementara menyimpulkan bahwa pertama, belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam. Kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut,” tegas Febri meluruskan.

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan adanya dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, yang berencana memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

Meski belum menyebut nama perusahaan, ia memperingatkan relokasi tersebut berpotensi memicu PHK terhadap ribuan pekerja.

Informasi tersebut ia peroleh dari hasil kunjungan ke Jawa Timur bersama sejumlah pihak terkait, di mana industri komponen otomotif dinilai rentan terdampak pergeseran rantai pasok global dan tekanan geopolitik yang mendorong perusahaan induk atau prinsipal asal Jepang Jepang mempertimbangkan relokasi produksi ke negara yang lebih kompetitif.

“Di Jawa Timur juga, di daerah Pasuruan dan Mojokerto, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dari informasi awal waktu saya ke Jawa Timur, dua perusahaan raksasa komponen otomotif, ini di komponen otomotif, itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” kata Said dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles