PETISI BRAWJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah dan PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan proyek perpanjangan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menuju Bekasi, Jawa Barat, akan mulai dibangun pada 2026 sebagai bagian dari integrasi transportasi massa di wilayah Jabodetabek. Rencana ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan dan kebutuhan mobilitas warga kawasan penyangga Ibu Kota.
Proyek yang dikenal sebagai MRT Timur–Barat rute Bekasi–Tomang merupakan bagian dari koridor baru jalur MRT selain rute Utara–Selatan yang telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.
Rencana ini diperkuat dengan pengumuman proses pelelangan proyek yang akan dimulai tahun 2026, dan menjadi tonggak awal pembangunan jalur yang menghubungkan Medan Satria di Bekasi hingga Tomang di Jakarta Barat dengan total panjang mencapai 25 kilometer (Km).
“Pembangunan East-West Line, Timur-Barat dari Medan Satria sampai dengan Tomang 25 km itu kita mulai tahun ini,” ujar Direktur Utama MRT Jakarta, Ir. Tuhiyat, di acara peresmian naming rights Blok M Hub Gojek, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2026).
Pengerjaan proyek perpanjangan rute MRT ke Bekasi ini akan dimulai dengan paket kontrak (CP) 104, yang meliputi pembangunan jalur dan stasiun dari Thamrin hingga Kwitang. Selain itu, akan dikerjakan pula paket kontrak (CP) 109 untuk pembangunan jalur dan depo di Rorotan, Jakarta Utara.
“Tahun ini kita awali dengan pembangunan Paket 104 dan 109 Untuk Thamrin dan arah ke Senen (Kwitang) underground, kemudian untuk pembangunan depo yang ada di kawasan Rorotan,” jelas Ir. Tuhiyat.
Tidak berhenti di sana, Tuhiyat mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu keputusan terkait pengembangan jalur MRT baru yang akan membentang dari kawasan Fatmawati hingga Kampung Rambutan. Jalur ini dirancang sepanjang kurang lebih 12 km dan direncanakan seluruhnya di jalur bawah tanah.
“Kami sekarang sedang menunggu keputusan Pemprov dan inisiator dari Loop Line, Fatmawati-Kampung Rambutan-Taman Mini, ini full underground, yang sebentar lagi akan diputuskan pada bulan Agustus atau September tahun ini,” ucap Tuhiyat.
Di luar itu, ia mengatakan Perseroda akan terus menjalin berbagai jenis kerja sama dengan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di sekitar wilayah Jakarta untuk terus meningkatkan integritas transportasi antarwilayah.
“Di samping itu, kami juga membuka komunikasi intensif dengan wilayah penyangga untuk bisa mempercepat konektivitas antarwilayah sehingga tidak terjadi kemacetan total yang ada di Jakarta,” tegasnya.




