26.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026
spot_img

Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Jalani Tes DNA di Polda Sulsel untuk Proses Identifikasi

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan mulai menjalani tes DNA (ante-mortem) di posko Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Kumala, Makassar, pada Minggu (18/1/2026) malam, untuk menjalani proses pengambilan data sampel DNA.

Hingga saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel masih terus melakukan proses identifikasi terhadap korban kecelakaan pesawat tersebut sambil menunggu hasil lengkap pemeriksaan forensik dari laboratorium.

Ketua Tim Ante Mortem Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel dr Asnani Mars, mengatakan pengambilan sampel DNA dilakukan terhadap keluarga inti korban untuk kepentingan identifikasi dan pencocokan data forensik.

“Pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga ini penting untuk proses identifikasi korban. Nantinya, sampel tersebut akan disandingkan dengan data post mortem,” ujar Asnani, Senin (19/1/2026).

Hingga hari kedua pascakejadian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros–Pangkep, tercatat sudah ada tiga keluarga korban yang menjalani pengambilan sampel DNA di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel.

Asanani mengungkapan bahwa, korban pertama adalah Esther, yang diketahui berprofesi sebagai pramugari. Untuk korban Esther, sampel DNA diambil dari ayah korban, Bambang, serta adik korban, Muhammad Tarmizi, guna keperluan pencocokan data identifikasi.

Korban kedua adalah Florencia, yang juga berprofesi sebagai pramugari. Dalam proses ini, tim DVI mengambil sampel DNA dari ayah korban bernama Natasya.

Sementara itu, korban ketiga adalah Dwi, yang bekerja sebagai teknisi pesawat. Tim DVI telah mengamankan dan menyimpan sampel DNA dari keluarga korban untuk selanjutnya dicocokkan di laboratorium forensik.

Asnani menegaskan, seluruh sampel DNA yang diambil telah disimpan dengan prosedur ketat sesuai standar DVI Polri. Proses pencocokan akan dilakukan secara bertahap.

“Semua sampel DNA yang diambil telah disimpan dengan prosedur yang ketat. Proses pencocokan akan dilakukan secara bertahap sesuai standar DVI Polri,” katanya.

Asnani kembali menegaskan jenis sampel yang diambil dari keluarga korban.

“Kami ambil sampel swap dan darah untuk kebutuhan data untuk nanti disandingkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel belum menerima jenazah korban. Meski demikian, tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan satu jenazah korban serta puing-puing pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan di lokasi kejadian. Pihak kepolisian meminta keluarga korban untuk bersabar dan menunggu hasil resmi dari tim DVI.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles