32.3 C
Jakarta
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Menhub Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT soal Insiden Kereta di Bekasi Timur

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhub merespons berbagai spekulasi yang berkembang, termasuk dugaan adanya gangguan sistem persinyalan dalam kecelakaan yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek.

“Saya rasa saya tidak ingin terlalu awal menyatakan hal ini karena KNKT yang akan melakukan investigasi. Mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” kata Menhub Dudy di Jakarta, Senin.

Menhub menegaskan bahwa pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan penyebab kecelakaan kepada KNKT agar hasilnya objektif dan berbasis data. Kementerian Perhubungan juga memastikan akan mendukung penuh proses investigasi tersebut.

“Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif,” ujarnya.

KNKT sendiri telah menurunkan tim ke lokasi sejak awal kejadian untuk mengumpulkan fakta dan melakukan analisis, termasuk simulasi terhadap sistem persinyalan kereta api.

Simulasi ini dilakukan guna mengidentifikasi kemungkinan faktor teknis yang menjadi penyebab kecelakaan serta mengevaluasi potensi kelemahan sistem operasional perkeretaapian. Hingga saat ini, proses-proses investigasi lainnya masih terus dilakukan KNKT.

“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian,” kata Dudy.

84 Korban Sudah Pulih, 17 Orang Masih Dirawat

Disisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan saat ini 84 korban kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah kembali ke rumah. Sementara itu, 17 korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.

“Per Senin (4/5/2026), sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,” ucap VP Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Anne menambahkan, pihaknya memastikan pemantauan kondisi korban dilakukan secara berkala agar seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi.

KAI juga menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Dokumen yang diperlukan meliputi bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Selain itu, layanan trauma healing juga disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan, dengan pengajuan melalui Posko Informasi maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine, sementara untuk keluarga pelanggan yang membutuhkan dilakukan secara langsung.

Adapun terkait dengan barang-barang milik para penumpang, hingga kini tercatat sebanyak 115 barang penumpang korban insiden Bekasi Timur ditemukan. Dari jumlah tersebut, 61 barang telah dikembalikan kepada pemilik, sementara 54 barang masih menunggu pengambilan.

Seluruh barang telah diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. KAI mengimbau pelanggan, keluarga, maupun kerabat yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi posko untuk proses verifikasi dan pengambilan.

“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” katanya.

Posko di Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026, melayani kebutuhan informasi, administrasi, serta pendampingan lanjutan.

Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti.

Kejadian tersebut membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah pada gerbong khusus Perempuan.

Atas insiden tersebut sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles