PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Dana pensiun aparatur sipil negara (PNS) Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan) atau KWAP, mengalami kerugian setelah berinvestasi di startup agritech Indonesia, eFishery. Kasus ini mencuat setelah Kementerian Keuangan Malaysia mengonfirmasi bahwa KWAP menjadi korban penipuan terorganisir akibat manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery.
eFishery merupakan perusahaan rintisan teknologi di bidang akuakultur paling sukses di Asia Tenggara yang berdiri pada 2013. Perusahaan tersebut sempat dikenal sebagai pelopor mesin pakan ikan otomatis sebelum akhirnya terseret skandal dugaan penipuan senilai sekitar 300 juta dollar AS atau Rp 5,3 triliun yang berdampak pada para investornya.
Pendiri sekaligus mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, pada 29 April 2026 dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung setelah dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan dan pencucian uang.
Menurut laporan The Edge Malaysia pada Minggu (19/7), KWAP telah berinvestasi sebesar RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar di eFishery. Kini, pemerintah dan lembaga antikorupsi Malaysia menyelidiki kasus tersebut, sementara KWAP berupaya memulihkan dana investasinya.
KWAP menegaskan bahwa mereka hanya merupakan pemegang saham minoritas, sementara mayoritas saham eFishery dimiliki investor lain, termasuk sejumlah investor institusi global besar yang juga terdampak oleh dugaan pelanggaran yang dilakukan manajemen perusahaan.
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa keputusan investasi KWAP, ke eFishery telah melalui proses kajian dan uji tuntas sebelum dana dikucurkan. Penjelasan tersebut disampaikan Anwar di hadapan Parlemen Malaysia menyusul sorotan publik terhadap kerugian investasi KWAP di eFishery.
“Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional,” jelas Anwar dalam jawaban tertulis ke parlemen.
KWAP juga disebut telah melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi.
Selain KWAP, Anwar menyebut runtuhnya eFishery juga turut memukul sejumlah investor ternama dunia, termasuk SoftBank Group, Temasek Holdings, 42XFund, dan Northstar juga mengalami kerugian dari eFishery, padahal seluruhnya memiliki proses penilaian investasi, tata kelola, dan pengendalian yang diakui secara internasional.
Menurut PM Anwar, eFishery melakukan manipulasi keuangan yang disengaja serta penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga menyebabkan dana yang diinvestasikan KWAP hilang.
“Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” jelas Anwar.
Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan telah memperoleh dana sebesar USD 200 juta dari putaran pendanaan Seri D. Sebanyak USD 47,7 juta di antaranya berasal dari KWAP.
KWAP juga menyatakan telah mengambil langkah tindak lanjut sesuai kerangka tata kelola dan akuntabilitas internal untuk melindungi kepentingan dana pensiun yang dikelolanya.
Setelah fakta tersebut terungkap, konsorsium investor, termasuk KWAP, mengambil berbagai langkah, mulai dari upaya hukum, pemulihan dana, peninjauan tata kelola internal hingga penguatan sistem pengendalian.
Sementara itu, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) juga telah membentuk tim khusus guna menyelidiki kerugian investasi tersebut secara menyeluruh. Tim ini akan menelusuri berbagai aspek yang berkaitan dengan investasi KWAP di eFishery.
Anwar menegaskan dirinya juga sudah meminta jajaran KWAP untuk terbuka dan bekerja sama dengan KPK Malaysia.
“Walaupun jika melihat laporan awal saya tidak percaya ada unsur-unsur rasuah itu. Tapi tentu kita harus mengikuti proses dengan bertanggung jawab,” ujar Anwar.
Lebih jauh berkaitan kerugian KWAP dalam investasi di eFishery, Anwar mendorong parlemen melihat kinerja KWAP secara menyeluruh di mana keuntungan yang diperoleh KWAP dalam penempatan investasi-investasi di tempat lain, jauh lebih besar ketimbang kerugian dari penempatan investasi di eFishery.
Anwar menyampaikan bahwa KWAP tidak hanya berinvestasi di eFishery, namun juga di start-up Malaysia dan memberikan keuntungan signifikan.
“Jadi harus melihat keseluruhan,” pungkasnya.



