28 C
Jakarta
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Laporan Green Jobs Ungkap Besarnya Peluang Indonesia Ciptakan 13 Juta Pekerjaan Hijau Baru

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar menciptakan lapangan kerja baru melalui transformasi menuju ekonomi rendah karbon dan berkelanjutan. Potensi tersebut terungkap dalam Indonesia Green Jobs Report 2026 yang diluncurkan Inovasi Muda dalam Green Jobs Ecosystem Forum 2026 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sustainability 360 Forum, 27 Agustus 2026.

Mengusung tema Educating the Green Workforce for a Sustainable Economy, forum tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, serta generasi muda.

Indonesia Green Jobs Report 2026 memperkirakan sekitar 8 juta hingga 13 juta pekerjaan hijau baru berpotensi tercipta.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi sedikitnya 191 okupasi yang berkaitan dengan green jobs. Okupasi tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari energi, industri, ekonomi sirkular, pengelolaan sumber daya alam, hingga berbagai fungsi pendukung lainnya.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya berkaitan dengan perubahan model produksi dan pengelolaan sumber daya, tetapi juga membuka kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.

Namun, laporan itu mencatat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyiapkan talenta untuk mengisi peluang pekerjaan hijau.

Salah satu tantangan utama ialah kesenjangan antara pengetahuan mengenai keberlanjutan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Kesenjangan tersebut mencakup aspek sertifikasi, pengalaman kerja, kompetensi teknis, hingga akses terhadap peluang pekerjaan hijau.

Pemahaman mengenai keberlanjutan mulai berkembang di lingkungan pendidikan. Namun, penguatan kapasitas tenaga kerja masih diperlukan agar lulusan dan pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri hijau.

Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini mengatakan, pertumbuhan green jobs perlu diikuti kesiapan ekosistem yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, kebijakan, dan akses kerja.

“Pertumbuhan green jobs perlu diikuti dengan kesiapan ekosistem yang mampu menghubungkan pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, kebijakan, dan akses kerja. Melalui Green Jobs Ecosystem Forum, kami ingin mempertemukan berbagai pihak agar peluang ekonomi hijau juga dapat diterjemahkan menjadi peluang kerja yang nyata bagi generasi muda Indonesia,” kata Restu dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan tenaga kerja untuk sektor hijau.

Karena itu, Green Jobs Ecosystem Forum 2026 turut membahas penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, penguatan pendidikan vokasi, pengembangan sertifikasi kompetensi, serta perluasan kesempatan belajar dan bekerja pada sektor-sektor hijau.

Pengembangan talenta dinilai perlu mencakup hard skills, soft skills, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Melalui forum tersebut, Inovasi Muda mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, institusi pendidikan, lembaga sertifikasi, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan green jobs diharapkan tidak berhenti pada penciptaan lapangan pekerjaan baru, tetapi juga diikuti kesiapan tenaga kerja yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan menghubungkan kebutuhan industri, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan talenta, penguatan ekosistem green jobs diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang adaptif dan kompeten sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dalam transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles