PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (4/11/2026). Penunjukan tersebut dilakukan setelah Presiden menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Letjen TNI Ariyo Windutomo untuk sementara akan mengisi kekosongan jabatan KSP.
“Dapat kami sampaikan kepada teman-teman media, bahwa pada pagi hari tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan presiden berkenaan dengan pemberhentian saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP),” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Istana, Rabu.
“Dan untuk selanjutnya bapak presiden menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas KSP,” sambungnya.
Lantas, siapa sebenarnya Letjen TNI Ariyo Windutomo? Bagaimana perjalanan karier militernya hingga dipercaya mengemban tugas di lingkungan Istana?
Profil dan Latar Belakang Ariyo Windutomo
Letjen TNI Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang berasal dari kecabangan Infanteri.
Ariyo lahir pada 27 Januari 1974 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Ia satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi TNI lainnya, termasuk Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Sebagai lulusan Akmil, Ariyo mengawali perjalanan pengabdiannya melalui jalur militer. Sepanjang kariernya, ia menjalani sejumlah penugasan, baik di lingkungan satuan TNI maupun lembaga pemerintahan.
Berbeda dengan sejumlah perwira yang lebih banyak dikenal melalui penugasan komando lapangan, Ariyo juga memiliki pengalaman panjang dalam bidang administrasi, manajemen organisasi, dan tata kelola pemerintahan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal penting ketika dirinya dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di Kementerian Pertahanan hingga Sekretariat Presiden.
Pendidikan Militer dan Akademik
Ariyo Windutomo menempuh pendidikan dasar militernya di Akademi Militer dan lulus pada 1996.
Selain pendidikan pembentukan perwira, ia juga tercatat mengikuti pendidikan pengembangan karier militer, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).
Dalam bidang akademik, Ariyo meraih gelar Magister Manajemen Pertahanan dari Universitas Pertahanan (Unhan).
Perjalanan Karier Militer Ariyo Windutomo
Karier Ariyo di lingkungan TNI Angkatan Darat dimulai melalui berbagai penugasan sesuai kecabangan dan kebutuhan organisasi.
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok sekitar 2011–2012 ketika masih berpangkat Mayor.
Setelah menjalankan tugas di Depok, Ariyo mendapatkan penugasan di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, Papua.
Perjalanan karier Ariyo kemudian berkembang ke lingkungan Kementerian Pertahanan. Salah satu fase penting dalam perjalanan karier Ariyo adalah ketika dirinya bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Di kementerian tersebut, ia pernah menduduki sejumlah jabatan yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian dan pengelolaan organisasi.
Beberapa posisi yang pernah dipercayakan kepadanya antara lain:
• Analis Madya pada Biro Kepegawaian Kementerian Pertahanan.
• Kepala Bagian Kepegawaian Kementerian Pertahanan.
• Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.
• Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan.
Pada November 2022, Ariyo dipercaya menjabat sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan. Dalam periode tersebut, ia memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI atau jenderal bintang satu.
Pengalaman di lingkungan Kemhan membuat Ariyo terbiasa menangani urusan administrasi pemerintahan, pengelolaan sumber daya manusia, serta tata kelola kelembagaan.
Kemampuan tersebut relevan dengan pekerjaan di lingkungan Istana yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dipercaya Prabowo Menjadi Kepala Sekretariat Presiden
Karier Ariyo semakin mendapat perhatian ketika dirinya ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat Presiden pada akhir November 2024. Ia dilantik menggantikan Heru Budi Hartono pada Jumat, 29 November 2024.
Penunjukan tersebut berlangsung pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai Kasetpres, Ariyo memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung kelancaran kegiatan Presiden, termasuk administrasi kepresidenan, penyelenggaraan agenda kenegaraan, serta koordinasi berbagai kegiatan resmi di lingkungan Istana.
Posisi tersebut menuntut kemampuan manajerial, ketelitian administrasi, koordinasi antarlembaga, dan pemahaman terhadap protokol kepresidenan.
Selama menjalankan tugas sebagai Kasetpres, Ariyo berada dalam lingkungan kerja yang berhubungan langsung dengan aktivitas Presiden Prabowo.
Pangkatnya kemudian meningkat menjadi Letnan Jenderal TNI atau jenderal bintang tiga pada 2026.
Kini, nama Ariyo Windutomo kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu (4/11/2026).
Menyusul keputusan tersebut, Presiden menunjuk Ariyo untuk mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan guna memastikan keberlangsungan tugas dan fungsi lembaga serta menghindari kekosongan kepemimpinan di lingkungan Istana Kepresidenan.



