24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Desa Pemuteran Raih Penghargaan “Best Tourism Village” UN Tourism 2025: Destinasi Liburan Penuh Makna di Bali Utara

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Mendekati penghujung tahun, saatnya merencanakan liburan yang tak hanya berisi perjalanan wisata bia­sa, tetapi juga memberikan inspirasi dan kedamaian. Dari sekian banyak pilihan, destinasi yang terbaik pastinya ada #DiIndonesiaAja. Beralih dari Bali Selatan yang ramai saatnya berpindah ke Bali Utara, menuju sebuah permata wisata yang cukup tersembunyi.

Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali, baru saja resmi dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik dunia dalam ajang “Best Tourism Villages by UN Tourism 2025”. Penghargaan ini menegaskan posisi Pemuteran sebagai destinasi unggulan yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Penghargaan Bergengsi dari UN Tourism

Ajang “Best Tourism Villages by UN Tourism 2025” diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UN Tourism) di Huzhou, Tiongkok, pada 17 Oktober 2025. Dari 270 desa wisata yang berasal dari 65 negara, hanya 52 desa yang berhasil meraih predikat bergengsi ini.

Salah satunya adalah Desa Wisata Pemuteran, yang mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hariyanto, bersama perwakilan masyarakat Desa Pemuteran, I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa dan I Ketut Sutrawan Selamet.

Keunggulan Desa Pemuteran: Harmoni Alam dan Budaya

Desa Pemuteran terletak di pesisir utara Bali, jauh dari hiruk-pikuk pariwisata massal di Bali Selatan. Desa ini dikenal dengan pendekatan ekowisata yang kuat, pelestarian lingkungan laut, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata.

Pemuteran menawarkan pesona yang lengkap dan menenangkan. Dikelilingi laut dan perbukitan menawan, desa ini menjadi surga eko­wisata dan wisata spiritual. Kawasan Pemuteran terkenal dengan 2 (dua) hektar taman laut yang dilindungi oleh aturan adat dan menjadi lokasi proyek konservasi karang inovatif.

Para wisatawan dapat menyelam atau snorkeling untuk menga­gumi formasi karang yang unik. Daya tarik utamanya terletak pada aspek keberlanjutan, salah satunya adalah “Proyek Penyu Pemuteran”.

Pengunjung diundang untuk ikut berkontribusi dan merasakan momen mengharukan ketika berpartisipasi secara langsung melepaskan tukik (anak penyu) ke laut lepas, menjadikan pengalaman liburan akhir tahun lebih sarat makna.

Bagi yang mencari kete­nangan jiwa, Pemuteran memiliki pura-pura sakral seperti Pura Batu Kursi dan Pura Pemuteran yang melayani upacara Melukat atau penyucian diri, cocok untuk menjadi momen retreat di waktu pergantian tahun.

Selain itu, Anda juga dapat menikmati wisata edukasi dengan mempelajari proses pembuatan garam tradisional, mengunjungi pabrik mutiara, hingga menyaksikan proses pembuatan kerajinan tangan dari limbah kulit kerang.

Petualangan Kuliner Penuh Cita Rasa

Setelah puas menjelajahi keindahan alam dan budaya, saatnya memanjakan lidah dengan cita rasa khas pesisir Buleleng. Warung makan lokal di Pemuteran menyaji­kan berbagai hidangan laut segar yang menggugah selera.

Pastikan Anda mencicipi Sate Lilit Ikan dan Pepes Ikan Tuna yang dibakar dengan bumbu Bali kaya rempah, atau hidangan unik seperti Jukut Undis dan Sudang Lepet yang gurih. Cita rasa lokal yang khas ini akan menyempurnakan perjalanan wisata kuliner Anda.

Menuju Wisata Pemuteran

Pemuteran terletak di Bali Utara, berjarak sekitar 3-4 jam perjalanan darat menggunakan mobil atau sepeda motor dari pusat Bali, seperti Denpasar atau Kuta. Agar dapat lebih bebas bereksplorasi, cara terbaik adalah dengan menyewa kendaraan, lalu mengambil jalur Bedugul yang menawarkan pemandangan danau serta pegunung­an yang menyejukkan.

Menikmati keindahan alam dan berwisata penuh makna tidak perlu jauh-jauh, karena semuanya ada di Indonesia. Akhir tahun ini, akan diselenggarakan Pemuteran Bay 2025 Festival (4-6 Desember 2025). Momentum yang pas untuk mengunjungi Pemute­ran, menikmati keindahan alam sekaligus mendapatkan pengalaman wisata tambah­an melalui berbagai acara yang menarik.

Desa Lain Yang Meraih Penghargaan

Selain Pemuteran, Indonesia juga memiliki desa-desa wisata lain yang pernah mendapatkan penghargaan “Best Tourism Village” dari UN Tourism, seperti Nglanggeran (2021), Penglipuran (2023), Jatiluwih (2024), dan Wukirsari (2024). Kunjungi www.indonesia.travel untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi liburan #DiIndonesiaAja.

Penghargaan ini juga menjadi pengakuan atas keberhasilan Indonesia dalam mendorong desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, Desa Pemuteran mengundang wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati liburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Desa Pemuteran membuktikan bahwa pariwisata tidak harus merusak, melainkan bisa menjadi sarana pelestarian dan pemberdayaan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles