PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan lanjutan Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Manggarai–Dukuh Atas akan segera dilaksanakan dengan target penyelesaian pada 2028. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus meningkatkan integrasi antarmoda di kawasan pusat ibu kota.
Pramono mengatakan, perpanjangan jalur menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer itu menjadi kelanjutan proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Kelapa Gading hingga Manggarai yang saat ini progres pembangunannya telah mencapai sekitar 95 persen. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Pramono menyampaikan bahwa pembangunan proyek LRT rute Manggarai–Dukuh Atas tersebut akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pemerintah daerah telah mengalokasikan sebagian anggaran sebagai langkah awal pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya tadi juga sudah minta kepada Ibu Asisten Keuangan untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai pada tahun 2028 dengan anggaran Rp2,1 triliun, dan sudah dianggarkan di anggaran yang sekarang kurang lebih Rp611 miliar,” kata Pramono saat meninjau kesiapan operasional LRT Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Hal itu karena proyek tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah Provinsi DKI kepada Jakpro di sektor transportasi.
“Untuk sampai dengan Dukuh Atas, karena Jakpro ini kan penugasan dan transportasi itu merupakan penugasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masih menggunakan APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, proyek ini memiliki keuntungan karena tidak memerlukan proses pembebasan lahan. Seluruh trase berada pada koridor yang telah tersedia sehingga konstruksi dapat segera dimulai tanpa hambatan administratif yang umumnya memperlambat pembangunan infrastruktur.
Ia berharap, rute tersebut bisa rampung dan diresmikan pada Agustus. Bahkan, Pramono berkeinginan agar rute itu nantinya dapat diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kenapa kami mengusulkan untuk diresmikan oleh Bapak Presiden? Karena ini akan menjadi milestone (tonggak pencapaian) ataupun legasi yang mengubah wajah Jakarta. Karena selama ini utara ke pusat itu sering kali menghadapi handicap, kemacetan yang luar biasa,” ucap Pramono.
Setelah lintas Velodrome–Manggarai diresmikan, pemerintah akan melanjutkan pembangunan menuju Dukuh Atas sebagai pusat integrasi berbagai moda transportasi, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, hingga Transjakarta.
Pramono berharap kehadiran jalur baru tersebut mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di koridor timur menuju pusat Jakarta sekaligus mempercepat perpindahan penumpang antarmoda.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan kajian teknis pembangunan jalur Manggarai–Dukuh Atas telah berjalan.
Apabila seluruh tahapan perencanaan selesai sesuai jadwal, konstruksi ditargetkan dimulai pada awal 2027 sehingga penyelesaian proyek pada 2028 dapat tercapai.
Selain meningkatkan kapasitas layanan transportasi massal, proyek ini juga diharapkan memperkuat konsep transit oriented development (TOD) di kawasan Dukuh Atas sebagai salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta.
Dengan integrasi yang lebih baik, mobilitas masyarakat diproyeksikan menjadi lebih efisien, cepat, dan ramah lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta optimistis penyambungan jalur LRT hingga Dukuh Atas akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota metropolitan dengan layanan angkutan umum modern.



