26.6 C
Jakarta
Thursday, July 23, 2026
spot_img

Sambut Lima Abad Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Kegiatan Lintas Agama

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mematangkan berbagai agenda menyambut peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati pada 2027.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa peringatan lima abad Jakarta tidak hanya menjadi perayaan usia kota, tetapi juga momentum untuk menampilkan wajah Jakarta sebagai kota global yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, serta kebersamaan. Rangkaian kegiatan lintas agama dirancang dengan melibatkan berbagai tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

Salah satu kegiatan yang telah digelar sebelumnya, yaitu penampilan paduan suara Christmas Carol yang melibatkan sekitar 1.000 peserta di Bundaran HI. Kemudin rangkaian kegiatan serupa dilanjutkan melalui perayaan Imlek, parade ogoh-ogoh, Ramadhan, Festival Beduk, hingga Waisak.

Rano menilai keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Jakarta yang harus terus dirawat seiring transformasi kota menuju pusat ekonomi, budaya, dan pemerintahan bertaraf internasional.

Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan menuju HUT ke-500 Jakarta akan mengedepankan semangat inklusivitas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Sesungguhnya, ini merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya,” kata Rano.

Menurutnya, perayaan lintas budaya dan agama tidak hanya menghadirkan hiburan. Tetapi juga memperkuat harmoni serta menunjukkan Jakarta sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

Untuk peringatan lima abad Kota Jakarta, Rano menginginkan kelompok paduan suara Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI. Menurutnya, kehadiran kelompok tersebut saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day, mendapat sambutan positif dari warga Ibu Kota.

Ia pun menyemangati seluruh anggota agar terus berlatih dan mempersiapkan penampilan terbaik.

“Mudah-mudah itu menyemangati, dan saya yakin suaranya akan jauh lebih bagus. Oke? Semangat semua. Saya minta tahun depan Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI dengan minimal 500 orang. Terima kasih dan selamat berlatih,” katanya.

Swara Jakarta 80 sendiri merupakan komunitas paduan suara yang beranggotakan alumni berbagai SMA di Jabodetabek angkatan 1980–1989. Komunitas binaan Rano Karno tersebut dikenal membawakan lagu-lagu populer era 1980-an serta lagu-lagu tradisional Betawi yang dikemas dengan aransemen modern.

Dalam kesempatan itu, Rano turut mengapresiasi pengurus dan pelatih Swara Jakarta 80 yang dinilai berhasil membina para anggota hingga berkembang menjadi komunitas paduan suara dengan kualitas yang semakin baik.

Ia berharap proses pembinaan terus berlanjut sehingga semakin banyak warga Jakarta yang dapat menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat hubungan sosial melalui musik.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa saat ini Pemprov DKI juga tengah menyusun kalender kegiatan sepanjang tahun 2027.

Agenda tersebut mencakup festival budaya Betawi, pertunjukan seni internasional, kegiatan lintas agama, pameran ekonomi kreatif, konferensi global, hingga berbagai kegiatan yang mengangkat identitas Jakarta sebagai kota berkelas dunia.

“Dalam peringatan lima abad Jakarta nanti, kami akan menampilkan lima ratus ondel-ondel dengan wajah baru,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurutnya, budaya Betawi harus memperoleh tempat terhormat sebagai identitas utama Jakarta di masa depan. Ia juga menegaskan larangan penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen di jalanan ibu kota saat ini.

“Saya ingin budaya Betawi mampu bersaing secara internasional dan semakin dihormati masyarakat dunia luas,” ujarnya.

Menurutnya, ondel-ondel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat tetapi juga representasi identitas masyarakat Betawi selama ini. Ondel-ondel dinilai memiliki filosofis dan simbol budaya yang harus dijaga.

Oleh sebab itu, keberadaannya perlu ditempatkan secara terhormat dalam berbagai kegiatan kebudayaan resmi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung amanat Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta mengenai budaya Betawi sebagai utama.

Ia menilai penguatan identitas budaya harus diwujudkan melalui kebijakan pemerintah dan aktivitas masyarakat luas.

“Budaya Betawi harus terlihat nyata dalam berbagai kegiatan resmi maupun kehidupan pemerintahan sehari-hari Jakarta,” ucapnya.

Selain parade ondel-ondel, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong penggunaan busana khas Betawi pada acara resmi.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk memperkuat kehadiran unsur budaya Betawi dalam lingkungan pemerintahan daerah Jakarta.

Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat memperluas pengenalan budaya Betawi kepada masyarakat nasional maupun global.

Upaya itu sekaligus menjadi bagian perjalanan Jakarta menuju kota global menjelang peringatan lima abad mendatang.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles