23.9 C
Jakarta
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Prabowo Pastikan MBG Tak Hamburkan Uang Negara: Dana dari Efisiensi, Aman dan Tak Dikorupsi

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran negara, meskipun mendapat sorotan publik dan kritik tajam dari berbagai pihak. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (13/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membantah tudingan bahwa program yang menelan banyak anggaran tersebut akan membahayakan keuangan negara atau berpotensi diselewengkan.

Menurutnya, pembiayaan MBG berasal dari hasil efisiensi belanja negara yang memang diarahkan untuk program kesejahteraan masyarakat, sehingga posisi anggaran menjadi lebih aman dan terkendali.

Kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi, dari anggaran dari saya dan tim saya yakin kalau tidak hemat, uang ini akan dimakan korupsi, dihabiskan oleh oknum-oknum pribadi,” ujar Prabowo dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di SPPG Palmerah pada hari ini, Jumat (14/2/2026).

Prabowo mengatakan bahwa terdapat budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan yang tidak produktif. Maka, efisiensi dilakukan seperti dengan tidak melaksanakan rapat-rapat di hotel-hotel, serta langkah efisiensi lainnya.

Prabowo memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam parameter yang telah ditetapkan. Menurut dia, defisit APBN masih di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana ditetapkan pemerintah.

Prabowo mengatakan program MBG telah berjalan dan telah menyentuh lebih dari 60 juta penerima manfaat. Kemudian, terdapat sekitar 23.000 SPPG di seluruh Indonesia.

“Ternyata setelah kita terus kita kerjakan, hari ini, kita sudah mencapai laporan dari kepala BNG, 60.200.000 penerima manfaat. Jumlah ini [penerima manfaat] kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari, atau sama dengan 10 kali Singapura tiap hari. Atau dua kali Malaysia tiap hari,” ujar Prabowo.

Adapun program MBG sendiri dirancang untuk menyediakan makanan bergizi setiap hari bagi puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk siswa sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita.

Prabowo memastikan akan terus menjalankan program MBG. Dia mengatakan MBG penting untuk mengatasi stunting dan mencerdaskan anak-anak Indonesia.

“Stunting juga bagian dari pemiskinan,” kata Prabowo.

Meski program ini tidak bebas dari kritik dari berbagaimkalangan, mulai dari persoalan rendahnya serapan anggaran, indikator transparansi penggunaan dana, hingga temuan kasus keracunan makanan di berbagai daerah yang sempat memicu kekhawatiran publik akan kualitas pelaksanaan MBG.

Namun, Prabowo menilai kritik tersebut merupakan bagian wajar dari proses pelaksanaan program berskala besar. Dia menilai pihak yang mengejek sebagai pihak yang dendam dan dengki, padahal MBG ini diperlukan Indonesia.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin tujuan kita benar dan baik,” kata dia.

Prabowo menekankan pentingnya keberanian dalam menetapkan target, meskipun sulit dicapai. Ia mengatakan Indonesia harus menjadi bangsa yang berani dan tidak menyerah sebelum berjuang. Dia mengaku setelah menjabat, masih menemukan banyak kebocoran dan pemborosan anggaran.

“Saya ingin tertibkan birokrasi kita. Saya ingin menyelamatkan kekayaan negara. Saya ingin menyelamatkan aset-aset negara. Ini terus kita kerjakan,”tegasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles