23.9 C
Jakarta
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Jam Berapa Hasil Sidang Isbat Ramadhan 2026 Diumumkan? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dijadwalkan mengumumkan hasil Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang ini dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dan menjadi forum resmi negara dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadhan.

Sidang Isbat merupakan forum resmi tahunan yang menentukan tanggal awal ibadah puasa bagi umat Islam di seluruh Indonesia berdasarkan data hisab dan rukyatul hilal. Forum ini akan dihadiri oleh Menteri Agama, perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli falak, BMKG, serta sejumlah pihak berkepentingan lainnya.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Kementerian Agama RI, hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 2026 akan diumumkan melalui konferensi pers pada pukul 19.05 WIB, atau 20.05 WITA dan 21.05 WIT. Pengumuman ini menjadi tahap akhir dari seluruh rangkaian sidang isbat.

Sidang isbat tersebut akan menjadi forum resmi pemerintah untuk menentukan kapan umat Islam di Indonesia memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah, dengan mempertimbangkan data astronomi serta hasil pengamatan di lapangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengumuman hasil sidang isbat akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Keputusan yang diumumkan bersifat resmi dan menjadi pedoman bagi umat Islam di seluruh Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan.

Agar masyarakat dapat mengikuti prosesnya secara transparan, Kementerian Agama juga menyiarkan jalannya sidang isbat secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam TV dan kanal resmi Kemenag RI. Dengan demikian, publik dapat memantau setiap tahapan sidang secara real time.

Meski pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat, potensi perbedaan penetapan awal puasa tetap terbuka. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan oleh masing-masing organisasi Islam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan 1447 H melalui maklumat resmi. Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama masih menunggu hasil rukyatul hilal di akhir bulan Syaban. Adapun pemerintah, melalui Kalender Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kemenag RI, juga memprakirakan awal puasa Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, namun tetap menunggu hasil resmi sidang isbat.

Disisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hilal belum tampak pada 17 Februari 2026 karena ketinggiannya masih di bawah 3 derajat, bahkan berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

BMKG menjelaskan, konjungsi atau ijtima terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.07 UT atau 19.01.07 WIB.

Sementara itu, waktu Matahari terbenam di Indonesia pada hari yang sama berlangsung lebih dulu, yakni paling awal pukul 17.56.44 WIT di Jayapura dan paling akhir pukul 18.51.25 WIB di Banda Aceh.

Karena konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam, maka secara astronomis hilal belum mungkin diamati pada 17 Februari 2026.

BMKG merinci, saat Matahari terbenam 17 Februari 2026:

  • Ketinggian hilal berkisar antara -2,41 derajat (Jayapura) hingga -0,93 derajat (Tua Pejat).
  • Elongasi geosentris hanya 0,94–1,89 derajat.
  • Umur bulan masih negatif, antara -3,07 jam hingga -0,16 jam.
  • Lag time (selisih terbenam Bulan dengan Matahari) minus 8,27 hingga minus 3,11 menit.
  • Fraksi iluminasi bulan (FIB) sangat kecil, 0,01–0,05 persen.

Ketinggian negatif menunjukkan posisi Bulan masih berada di bawah horizon saat Matahari terbenam.

Dengan kondisi tersebut, hilal tidak memenuhi ambang visibilitas minimal, termasuk batas 3 derajat yang kerap menjadi parameter awal keterlihatan.

“Secara astronomis, kemungkinan terlihatnya hilal pada 17 Februari sangat kecil karena posisi Bulan masih berada di bawah cakrawala,” tulis akun Instagram @infobmkg.

Meski demikian, pengamatan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur ilmiah dan dokumentasi astronomis.

BMKG menyebut pelaksanaan rukyat hilal bagi pihak yang menggunakan metode observasi baru relevan dilakukan setelah Matahari terbenam 18 Februari 2026.

BMKG menyiapkan 37 titik pengamatan di seluruh Indonesia untuk pelaksanaan rukyatul hilal, termasuk sejumlah lokasi strategis yang dipantau secara intensif.

Data hasil pengamatan tersebut nantinya akan menjadi salah satu acuan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadhan oleh pemerintah.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles