23.9 C
Jakarta
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Menkeu Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG: Itu Pilar Strategi Ekonomi Prabowo yang Diperlukan Masyarakat!

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerukan kepada publik agar tidak berlebihan memprotes program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Purbaya, program itu bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bagian penting dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa kritik yang berlebihan terhadap MBG sering kali mengabaikan peran strategis kebijakan itu dalam kerangka pembangunan yang ia sebut sebagai Sumitronomics.

Pilar tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi tinggi (high economic growth), pemerataan (equitable distribution), dan stabilitas sosial politik.

“Kalau itu enggak ada, yang economic growth, high economic growth-nya enggak bisa tercipta. Jadi Anda jangan kebanyakan protes MBG, ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat,” katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis, (12/2/2026).

Dalam penjelasannya, Purbaya juga menyinggung pengalaman Agustus 2025 ketika gelombang aksi demonstrasi sempat melanda berbagai daerah. Ia memandang peristiwa itu sebagai pelajaran penting bahwa hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memastikan pemerataan dan stabilitas sosial dapat menimbulkan ketegangan di masyarakat.

“Walaupun kita punya program MBG dan yang lain, ketika pertumbuhan ekonomi terganggu, enggak bisa juga. Nanti juga sama, ketika pertumbuhan ekonomi kita tinggi, kalau enggak ada pemerataan, sama juga akan menimbulkan instabilitas sosial yang akan dengan cepat bergerak ke politik,” kata Purbaya.

Sejak dilantik sebagai Menkeu pada September 2025, Purbaya menyatakan salah satu fokusnya adalah menghidupkan kembali “mesin perekonomian” melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta percepatan belanja pemerintah di kementerian dan lembaga agar sektor riil memperoleh dampak ekonomi lebih cepat.

“Kita coba fiskal, moneter, dan real sector. Fiskal kita gebrak-gebrak tuh kementerian/lembaga yang lain, yang sebagian marah ke saya, juga Pemda-Pemda supaya belanja tepat waktu. Mereka jalan, Pak. Walaupun mereka marah, tapi mereka jalankan tugas mereka dengan baik. Jadi stimulus sisi fiskal, Pemda maupun Pemerintah Pusat, masuk ke sistem perekonomian,” kata Purbaya.

Kebijakan itu juga mencakup upaya memperluas likuiditas perbankan yakni dengan melakukan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Bank Indonesia ke perbankan untuk mendorong pertumbuhan kredit.

“Saya geser uang Rp 200 triliun ke perbankan. Orang bilang ada banyak yang skeptis, ‘pa manfaatnya?’ Yaitu menambah likuiditas sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat,” kata dia.

Purbaya berharap dengan strategi ekonomi yang menyeluruh tersebut, masyarakat tidak hanya melihat MBG sebagai program bantuan saja, tetapi sebagai pilar penting dalam fondasi pembangunan Indonesia di masa depan.

Ke depan, pemerintah memastikan strategi tiga pilar tersebut akan terus dijalankan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus stabilitas nasional.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles